- Home
-
- Luar Negeri
-
- Korut Bertekad Memiliki An...
Korut Bertekad Memiliki Angkatan Laut Bersenjata Nuklir
Selasa, 08 Sep 2026, 02:45 WIBSEOUL - Pemimpin Kim Jong-un bersumpah untuk membangun angkatan laut Korea Utara (Korut) menjadi kekuatan bersenjata nuklir, demikian dilaporkan media pemerintah pada Senin (7/9) saat latihan maritim sekutu Amerika Serikat (AS) dimulai.
Latihan maritim gabungan yang melibatkan Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan AS yang dimulaI pekan ini dibentuk pada tahun 2023 dalam upaya yang oleh para pejabat disebut sebagai upaya untuk mencegah ancaman misil dan nuklir Pyongyang.
Komentar Kim Jong-un disampaikan pada acara peresmian Kang Kon, sebuah kapal perang perusak yang sebagian sempat kandas dan terbalik saat diluncurkan pada Mei 2025 lalu di kota pelabuhan Wonsan pada Minggu (6/9), seperti yang dilaporkan oleh kantor berita KCNA.
"Kita harus memastikan bahwa pengoperasian sistem tempur nuklir yang beragam dan efektif dilakukan untuk perang sesungguhnya melalui pengembangan angkatan laut kita menjadi kekuatan bersenjata nuklir," kata Kim  Jong-un, sembari mengatakan bahwa kapal perusak baru ini bukan hanya produk dari kemampuan ekonomi, pertahanan, dan ilmiah Korut, tetapi juga manifestasi dari kebanggaan, tekad, dan semangat pantang menyerah negara dalam membela hak-haknya.
"Begitu diperintahkan kapan saja, kapal perusak generasi baru itu seharusnya memberikan pukulan balasan yang mematikan kepada musuh karena merupakan kekuatan yang terlibat dalam sistem penanggulangan nuklir negara," tegas dia.
Foto-foto yang dirilis menunjukkan Kim Jong-un didampingi oleh istrinya, Ri Sol-ju dan putrinya, Kim Ju-ae, yang dilaporkan telah ditunjuk sebagai penerus ayahnya.
Pada bulan Juli lalu, Kim Jong-un sempat meninjau uji coba Kang Kon, salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan tahun lalu, hanya lebih dari setahun setelah kapal itu rusak selama peluncurannya.
Menurut Lim Eul-chul, seorang profesor di Universitas Kyungnam, penyebutan Kim Jong-un tentang angkatan laut bersenjata nuklir menunjukkan bahwa kapal-kapal tersebut dapat berfungsi sebagai platform peluncuran untuk misil jelajah taktis berkemampuan nuklir.
Kim Jong-un juga mengatakan Korut sedang melaksanakan rencana penting untuk memperkuat angkatan lautnya yang akan diperlihatkan kepada dunia dalam delapan bulan mendatang. âPenempatan kapal baru ke Laut Timur akan mengirimkan sinyal yang jelas kepada musuh-musuh Korut dan Pyongyang akan mengungkap rencana besar untuk memperkuat angkatan laut kami,â ucap Kim Jong-un.
âHal itu bisa menjadi pertanda akan diluncurkannya aset strategis utama, seperti kapal selam baru yang mampu membawa misil balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM),â kata Lim.
âDengan mengerahkan Kang Kon di Laut Timur, Pyongyang juga berupaya untuk menjaga agar latihan maritim gabungan dan pengerahan aset nuklir tetap siaga dan dalam jangkauan," imbuh Lim.
Latihan âFreedom Edgeâ
Sementara itu latihan militer sekutu AS pekan ini, yang diberi nama Freedom Edge, dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (11/9) mendatang di perairan internasional di sebelah timur dan selatan Pulau Jeju, Korsel.
Manuver-manuver tersebut tetap dilanjutkan meskipun Presiden Donald Trump membatasi serangkaian latihan militer lainnya dengan Korsel karena pemimpin AS tersebut bertujuan untuk membuka kembali diplomasi dengan Pyongyang mengenai program nuklirnya.
Terlepas dari upaya pendekatan Trump, Korut justru menunjukkan sedikit tanda-tanda akan membalasnya, menembakkan misil dan mengecam pengurangan skala latihan militer serta persetujuan Washington DC atas penjualan senjata ke Korsel dan rencana untuk mendanai program pendokumentasian pelanggaran hak asasi manusia di Korut. AFP/KBS/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.