Kerja Berisiko Tinggi Berbasis Kecerdasan Buatan Kini Bisa Dipantau Lewat Karya Mahasiswa Undip
Selasa, 08 Sep 2026, 12:25 WIBSEMARANG - Â Dewasa ini kecerdasan buatan (AI) sudah banyak dimanfaatkan untuk berbagai sektor. Para pekerja yang menggunakan AI bisa saja berisiko. Kini risiko itu bisa dipantau berkat karya mahasiswa Program Studi D4 Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Tiaman Gea. Dia menciptakan inovasi sistem pemantau fisik pekerja berisiko tinggi berbasis kecerdasan buatan.
Menurut Tiaman di Semarang, Selasa, karya ilmiah yang meraih juara 3 dalam HSSE Innovation Challenge itu dikembangkan untuk menjawab keterbatasan sistem pemantauan keselamatan kerja konvensional yang selama ini cenderung bersifat reaktif dan dilakukan secara berkala.
Karya ilmiah berjudul âWellGuard: Rancangan Sistem Terintegrasi Pemantauan Kelelahan Fisik dan Risiko Psikologis Pekerja Industri Energi Berbasis Multimodal Artificial Intelligence, Wearable Biometrik, dan Natural Language Processing sebagai Upaya Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerjaâ itu, kata dia, diperuntukkan bagi pekerja sektor energi dengan tingkat risiko tinggi, seperti industri minyak dan gas serta pertambangan.
"Kelelahan kerja dan tekanan psikologis dapat menurunkan kesadaran situasional pekerja yang pada akhirnya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan," katanya.
WellGuard, lanjut dia, menawarkan sistem pemantauan terpadu yang menggabungkan teknologi wearable biometrik dan AI untuk memantau kondisi fisik, sekaligus risiko psikologis pekerja secara lebih komprehensif.
"Transformasi sistem K3 industri energi harus bergerak menuju paradigma prediktif. Melalui WellGuard, kami memadukan data fisiologis real-time dan analisis sentimen psikologis untuk memutus siklus degradasi fisik-mental yang rentan memicu kecelakaan kerja di area berisiko tinggi," ucapnya.
Sementara Ketua Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi Undip Semarang Sri Utami Handayani mengatakan capaian Tiaman sekaligus menunjukkan peran pendidikan vokasi dalam menghasilkan inovasi berbasis riset terapan.
WellGuard, lanjut dia, menggabungkan sejumlah disiplin keilmuan, mulai dari rekayasa mekanik, ergonomi dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), hingga kecerdasan buatan modern.
Ia.mengharapkan inovasi tersebut dapat terus dikembangkan menjadi solusi teknologi yang relevan untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja, khususnya pada sektor industri energi yang memiliki tingkat risiko tinggi.
- Mahasiswa Undip
- ekosistem kecerdasan buatan (AI)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Buruan! Pendaftaran 40 Ribu Kuota SMK Go Global Dibuka KP2MI Mulai 12-16 Agustus, Lulusannya Bakal Kerja di Luar Negeri
-
Pascakejadian Insiden Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Kemenhub Lakukan Audit Sistem Manajemen Keselamatan
-
Telkom dan Katadata Perkuat Ekosistem AI Lewat Kolaborasi dengan Universitas Udayana
-
INTI 2026 Perkuat Kolaborasi Ekosistem Digital Indonesia
-
Paradigma Baru Unhan: Ketahanan Nasional Dimulai dari Kecukupan Gizi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.