Kasus ISPA di Lampung Melonjak Akibat Erupsi Anak Krakatau
Selasa, 08 Sep 2026, 15:39 WIBBANDARLAMPUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat adanya peningkatan laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada 4 hingga 7 September 2026.
"Data SKDR menunjukkan jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 527 kasus pada 4 September, kemudian meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September, dan mencapai 716 kasus pada 7 September 2026," kata Kepala Dinkes Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung di Bandarlampung, Selasa.
Ia mengatakan peningkatan tersebut terjadi di sejumlah kecamatan, dengan lonjakan laporan kasus terbesar terpantau di Kecamatan Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Telukbetung Selatan, Sukarame, dan Tanjungkarang Pusat.
"Peningkatan kasus ISPA ini bertepatan dengan periode erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun berdasarkan data jangka pendek ini kami belum bisa menyatakan secara definitif bahwa debu vulkanik menjadi penyebab langsungnya," kata Muhtadi.
Untuk itu pihaknya terus melakukan penguatan surveilans guna menilai dampak riil di lapangan secara komprehensif.
"Kemudian sejumlah penyakit penyerta yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara, seperti pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, dan dermatitis, hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi normal dan stabil," katanya.
Sebagai langkah antisipasi ia telah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan validasi angka kasus secara berlapis, guna memastikan data yang dihimpun akurat.
"Validasi tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat duplikasi maupun kesalahan input data, sekaligus meminta laporan harian dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Bandarlampung," katanya.
Muhtadi pun menyampaikan pemantauan juga diprioritaskan pada kecamatan yang menunjukkan peningkatan laporan kasus ISPA paling tinggi.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan kasus secara lebih akurat, sekaligus mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi perubahan pola penyakit di masyarakat," kata Muhtadi Arsyad Tumenggung.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Diwaspadai, CFD Jakarta Minggu Dipercepat.
-
Erupsi Anak Krakatau: Bandara Dhoho Kediri Batalkan 2 Penerbangan
-
Bandara Soetta Ditutup Imbas Erupsi Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar! Sejumlah Bandara Ditutup, Penerbangan Lumpuh
-
Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Menurun, tetapi Tetap Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.