Stabilkan Harga Cabai, Pemprov Sulut Siapkan Strategi Jangka Panjang

Senin, 28 Sep 2026, 09:45 WIB

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyiapkan strategi jangka menengah dan panjang untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai dengan memperkuat produksi petani lokal.

Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara Jimmy Ringkuangan di Manado, Minggu (27/9), mengatakan penyelesaian persoalan cabai tidak dapat berhenti pada operasi pasar.

Ket. Foto: Harga pasar di pasar tradisional masih berada di atas Rp100 ribu per kilogramnya. — Sumber: ANTARA

"Kebijakan jangka menengah dan panjang harus diarahkan pada peningkatan produksi petani lokal, pengaturan pola dan kalender tanam, pemetaan sentra produksi," kata Jimmy.

Menurut dia, kebijakan tersebut juga mencakup penguatan data kebutuhan dan produksi, perbaikan distribusi antarkabupaten dan antarkota, kemitraan petani dengan pasar, serta penguatan kerja sama antardaerah.

Dengan pendekatan tersebut, kata Jimmy, ketika produksi Sulawesi Utara mengalami surplus, hasil petani harus memperoleh akses pasar yang lebih luas.

Sebaliknya, ketika produksi mengalami defisit akibat musim, cuaca, atau gangguan distribusi, pasokan dari daerah lain dapat menjadi penyangga.

Jimmy mengatakan Pemprov Sulawesi Utara juga menghargai kritik dan masukan masyarakat melalui media sosial sebagai bagian dari keterbukaan publik.

Namun, pemerintah berharap pembahasan mengenai pangan tetap didasarkan pada data dan fakta serta kepentingan masyarakat secara keseluruhan, tanpa mempertentangkan petani dengan konsumen.

Ia menambahkan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menegaskan pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan pangan.

"Dalam urusan pangan, ukuran keberhasilan kita bukan sekadar harga turun, tetapi bagaimana pasokan tersedia, masyarakat mampu membeli, petani tetap memperoleh nilai ekonomi yang layak, dan inflasi daerah terkendali," tegas Jimmy.

Pemprov Sulawesi Utara akan terus menjaga petani, melindungi konsumen, menstabilkan harga, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sebelumnya, Pemprov Sulawesi Utara mendatangkan 2,4 ton cabai dari Probolinggo, Jawa Timur, untuk membantu menstabilkan harga cabai di pasar tradisional yang sempat mencapai lebih dari Rp125 ribu per kilogram.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.