- Home
-
- Luar Negeri
-
- Wapres Sara Duterte Bayar ...
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Senin, 07 Sep 2026, 02:40 WIBMANILA - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Sabtu (5/9) membayar uang jaminan di pengadilan Manila, sehari setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan terkait tuduhan ancaman pembunuhan terhadap presiden negara tersebut.
Bulan lalu, Wapres Duterte didakwa dengan ancaman serius yang bermula dari konferensi pers larut malam di mana ia mengklaim telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, dan sepupunya yang merupakan anggota kongres, jika dia terbunuh terlebih dahulu. Dia kemudian mengatakan bahwa komentar tersebut telah disalahartikan.
Ancaman pembunuhan yang dituduhkan itu juga merupakan elemen penting dalam persidangan pemakzulan Senat yang sedang berlangsung, di mana vonis bersalah akan membuatnya dicopot dari jabatannya dan dilarang secara permanen dari dunia politik.
"Wakil presiden secara sukarela hadir di hadapan pengadilan yang mengeluarkan surat perintah penangkapan, jadi tidak perlu ada penangkapan terhadapnya," kata pengacaranya, Lawrence Lim, setelah Duterte keluar dari gedung pengadilan regional sambil memegang surat perintah pengadilan yang mengkonfirmasi bahwa ia telah membayar jaminan tunai.
Sebelum memasuki gedung, Wapres Duterte mengatakan kepada wartawan bahwa dia takut akan keselamatannya. "Saya tidak mau (membayar uang jaminan) jika tidak ada yang mengawasi," kata dia. "Apakah mereka akan memasukkan saya ke penjara dan kemudian suatu malam saya meninggal dalam tidur saya?" katanya.
Ancaman Serius
Berdasarkan hukum Filipina, hukuman pidana atas tuduhan ancaman serius dapat berupa hukuman penjara hingga enam bulan.
Tim kuasa hukum wakil presiden mengeluarkan pernyataan pada Jumat (4/9) lalu yang mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk menghindari hukum dan akan terus menggunakan semua upaya hukum yang dimilikinya.
Para pejabat di Kementerian Kehakiman telah menolak argumen pengacaranya bahwa Wapres Duterte tidak dapat dituntut atas pelanggaran yang juga terkait dengan pemakzulan dirinya.
Duterte dimakzulkan pada Mei lalu oleh Dewan Perwakilan Rakyat, majelis rendah parlemen, atas tuduhan yang juga mencakup penyelewengan dan korupsi.
Putusan bersalah atas Duterte di Senat, tempat persidangannya baru-baru ini memasuki pekan kesembilan, akan berujung mengakhiri rencana pencalonannya sebagai presiden pada tahun 2028. AFP/I-1
- Rodrigo Duterte
- Ferdinand Marcos Jr
- philippines peso
- sara duterte
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Untuk Hadapi Iran Jerman Kirim INS Drakon, Kapal Selam Tercanggih dan Termahal yang Pernah Dibuat untuk Angkatan Laut Israel
-
Aktor Ge Pamungkas Ungkap Pengalaman Bintangi “Autopsy: Dead Body Can Talk”, Ada Tantangan Tak Terduga!
-
Kenapa Penyelundupan Emas Meningkat? Menkeu Soroti Kebijakan Bea Keluar untuk Ekspor
-
Ipang Lazuardi Rilis OST Resmi Film “Operasi Pesta Copet”
-
Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"
-
Turki Beberkan Alasan Pipa Suriah Tak Bisa Saingi Selat Hormuz
-
Senat Gelar Sidang Pemakzulan terhadap Wapres Duterte
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.