Mesin Mobil Kena Abu Vulkanik? Jangan Asal Asalan, Lakukan Tips Ini!

Senin, 07 Sep 2026, 19:48 WIB

JAKARTA - Ahli otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menyarankan pemilik mobil tidak buru-buru menyalakan kendaraan kalau mendapati abu vulkanik di area mesin mobil.

"Kalau paparan abu di ruang mesin cukup banyak, sebaiknya jangan buru-buru menyalakan kendaraan," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Senin (7/9).

Ket. Foto: Kondisi mobil yang terpapar abu vulkanik. — Sumber: ANTARA/Karel A Polakitan

"Buka kap secara perlahan agar abu yg berada di atasnya tidak ikut jatuh ke dalam, kemudian periksa, terutama filter udara mesin, saluran masuk udara, radiator, kondensor AC, serta konektor kelistrikan," ia menjelaskan.

Menurut dia, menyalakan mesin kendaraan yang terpapar abu vulkanik berpeluang menyebabkan partikel halus masuk ke komponen-komponen penting kendaraan.

Saat membersihkan mesin kendaraan yang terpapar abu vulkanik, ia mengatakan, pemilik kendaraan sebaiknya tidak langsung menyiram ruang mesin menggunakan air, karena kendaraan modern memiliki banyak sensor, soket, dan modul elektronik.

"Abu juga jangan ditiup sembarangan dengan tekanan tinggi karena partikelnya justru dapat terdorong masuk semakin jauh ke celah komponen," katanya.

Yannes menyampaikan pentingnya memeriksa kondisi filter udara pada kendaraan yang terpapar abu vulkanik.

"Karena, ketika terlalu kotor, aliran udara mesin dapat terganggu, sedangkan filter yang rusak meningkatkan risiko partikel lolos ke saluran masuk," katanya.

Dia menyarankan pemilik membawa kendaraan yang kena paparan abu vulkanik parah ke bengkel agar bisa diperiksa dan dibersihkan oleh tenaga profesional.

"Kalau paparan cukup berat, langkah paling aman adalah membawa kendaraan ke bengkel untuk pemeriksaan dan pembersihan yang benar sebelum digunakan kembali," katanya.

Pakar otomotif ITB Agus Purwadi menyarankan pemilik kendaraan yang terpapar abu vulkanik untuk membuka kap mesin kendaraan serta membersihkannya secara hati-hati.

"Kalau abu sudah masuk ke area kap mesin, penanganan pertama adalah membuka kap hanya bila aman, lalu membersihkan abu di area atas dan sekitar intake dengan hati-hati tanpa meniup atau menggosok kering," kata Agus.

Dia juga menyarankan pemeriksaan kondisi filter udara, area radiator, karet seal, serta area di sekitar wiper dan kisi-kisi depan kendaraan yang terpapar abu vulkanik.

Kalau abu vulkanik yang menempel pada kendaraan dinilai tebal, ia menyarankan pemilik kendaraan melakukan inspeksi lanjutan pada filter udara dan sistem pendingin setelah melakukan pembersihan awal. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.