• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dompet Dhuafa Raih Penghar...

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan IHYA 2026 Berkat Industri Olahan Nanas

Senin, 28 Sep 2026, 16:55 WIB

JAKARTA - Dompet Dhuafa meraih penghargaan nasional dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah Subkategori Minuman Halal Terbaik atas pengembangan industri olahan nanas berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian RI itu diberikan dalam acara IHYA 2026 di Hall 3 ICE BSD, Tangerang, Kamis (24/9/2026). Direktur Keuangan Dompet Dhuafa Tri Estriani menerima langsung penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap program yang dikembangkan bersama PT Asia Agri Nusa.

Ket. Foto: Dompet Dhuafa meraih penghargaan nasional dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Perusahaan Industri Kecil dan Menengah Subkategori Minuman Halal Terbaik atas pengembangan industri olahan nanas berbasis pemberdayaan masyarakat. — Sumber: Dompet Dhuafa

Tri mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai pihak dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, apresiasi tersebut tidak hanya ditujukan kepada Dompet Dhuafa, tetapi juga para donatur, pewakif, pemerintah, dan pemangku kepentingan yang mendukung berbagai program pemberdayaan.

"Ini merupakan pencapaian dan hasil kerja keras kita semua. Penghargaan ini bukan hanya untuk Dompet Dhuafa. Kami mempersembahkan apresiasi ini kepada seluruh donatur, pewakif, pemerintah, dan pemangku kepentingan. Anda semua telah mendukung kerja kebaikan Dompet Dhuafa," kata Tri Estriani.

Menurut Tri, dukungan dari berbagai pihak turut mendorong lahirnya program yang bertujuan meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya diwujudkan melalui pengembangan industri olahan nanas yang memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF untuk kegiatan pemberdayaan produktif.

Melalui model tersebut, masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat program. Mereka juga dilibatkan secara langsung dalam proses produksi dan pengembangan usaha sehingga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari industri yang dikembangkan.

"Industri olahan nanas berbasis pemberdayaan telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat. Program ini menjadi bentuk kontribusi nyata Dompet Dhuafa dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah dan wakaf," tambah Tri.

Pengembangan industri tersebut dilakukan Dompet Dhuafa bersama PT Asia Agri Nusa dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Model ini mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai produksi.

Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita turut hadir dalam acara IHYA 2026. Pemerintah memberikan penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang dinilai aktif melakukan inovasi dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan memberdayakan industri halal nasional.

"Terima kasih atas komitmen dan upaya Anda tanpa henti dalam membangun kapasitas industri halal. Kita ingin menang dalam persaingan global dan perdagangan internasional. Selamat kepada para peraih penghargaan IHYA 2026," ujar Agus Gumiwang saat membuka acara.

Direktur PT Asia Agri Nusa Tektano Grandyanto Dwi Satrio atau Tendi mengatakan pengembangan industri olahan nanas dilakukan melalui pendekatan berbasis komunitas di Subang, Jawa Barat. Dalam prosesnya, masyarakat penerima manfaat mendapatkan edukasi dan penguatan kapasitas untuk mengolah hasil pertanian melalui model industri komunal.

"Kami mengembangkan industri olahan nanas melalui PT Asia Agri Nusa. Kami bekerja sama dengan masyarakat dan kolaborasi dengan koperasi-koperasi binaan Dompet Dhuafa. Penghargaan ini adalah buah dari kerja sama kita bersama," jelas Tendi.

Salah satu produk yang menjadi bagian dari industri olahan nanas tersebut adalah minuman sari buah nanas yang meraih penghargaan dalam kategori Minuman Halal Terbaik. Bahan bakunya berasal dari nanas hasil panen petani di sekitar wilayah industri dan diolah menjadi produk siap konsumsi.

Tendi menjelaskan minuman sari nanas tersebut diproduksi tanpa tambahan gula. Produk itu dikembangkan sebagai minuman yang dapat dinikmati masyarakat luas sekaligus menjadi bentuk pengolahan komoditas pertanian lokal agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Pengembangan industri olahan nanas juga membuka peluang bagi masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk bahan mentah. Melalui proses pengolahan, komoditas lokal dapat menghasilkan produk dengan nilai tambah sekaligus memperluas keterlibatan warga dalam rantai industri.

Capaian dalam IHYA 2026 memperkuat komitmen Dompet Dhuafa dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana ZISWAF melalui program yang mendorong kemandirian masyarakat. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat melalui kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Industri halal Indonesia sendiri memiliki potensi untuk berkembang di pasar global. Penguatan industri tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, sementara IHYA menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi pelaku industri untuk terus berinovasi dan memenuhi standar halal di tingkat nasional maupun internasional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.