Kemen PU Tangani Longsor Susulan di Jalan Poros Tenggarong–Samarinda

Senin, 07 Sep 2026, 12:30 WIB

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV terus melakukan penanganan longsor susulan yang terjadi di Jalan Poros Tenggarong–Samarinda, tepatnya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV terus melakukan penanganan longsor susulan yang terjadi di Jalan Poros Tenggarong–Samarinda, tepatnya di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur — Sumber: istimewa

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody di Jakarta, Senin (7/9).

Longsor susulan tersebut berdampak pada kawasan permukiman warga. Satu rumah dilaporkan mengalami amblas hingga terseret ke Sungai Mahakam. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat serta keberlangsungan akses transportasi pada ruas jalan yang menghubungkan Tenggarong dan Samarinda.

Plt. Kepala BBPJN Kalimantan Timur Akmizal menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap lokasi terdampak sebagai bagian dari tahapan awal untuk menentukan desain penanganan yang tepat.

“Langkah pertama dilakukan adalah mengidentifikasi seluruh lokasi terdampak untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam proses perencanaan dan desain penanganan. Selanjutnya dilakukan pengeboran tanah untuk mengetahui kedalaman dan kondisi tanah melalui pengujian SPT (Standard Penetration Test) sebagai salah satu dasar dalam menentukan desain penanganan.” Jelasnya.

Proses identifikasi lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu sejak kejadian longsor. Sementara itu, penyelidikan tanah ditargetkan dapat diselesaikan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hasil penyelidikan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang paling sesuai dengan kondisi lapangan.

Menurut Akmizal, dalam penanganan permanen, BBPJN Kalimantan Timur tengah mengkaji sejumlah opsi teknis. Salah satu opsi yang diusulkan adalah penggunaan sheet pile yang diperkuat dengan tiang pancang. Pemilihan metode penanganan akan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, keamanan, kondisi geoteknik, serta efisiensi biaya.

“Kami akan memilih opsi penanganan terbaik berdasarkan hasil penyelidikan dan kajian teknis di lapangan. Aspek keselamatan dan efektivitas penanganan menjadi prioritas, dengan tetap memperhatikan penggunaan anggaran yang ekonomis dan efisien, terangnya.

Selain penanganan teknis, Kementerian PU melalui BBPJN Kalimantan Timur bersama BWS Kalimantan IV juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, khususnya dalam penanganan masyarakat yang terdampak. Koordinasi dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan dukungan serta akses terhadap layanan infrastruktur yang diperlukan selama proses penanganan berlangsung.

Pengalihan Lalulintas 

Untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memastikan konektivitas masyarakat tetap berjalan, Kementerian PU melalui BBPJN Kalimantan Timur juga telah melakukan pengalihan lalu lintas sementara pada lokasi terdampak.

Bagi kendaraan kecil atau kendaraan roda empat ke bawah dari arah Samarinda menuju Tenggarong, arus lalu lintas dialihkan melalui jalan kabupaten dan jalan desa sepanjang sekitar 1,1 kilometer. Sementara itu, kendaraan dari arah Tenggarong menuju Samarinda dialihkan juga melalui jalan kabupaten dan jalan desa sepanjang sekitar 400 meter. Sedangkan untuk kendaraan besar roda enam ke atas dialihkan melalui Kota Samarinda menuju Tenggarong.

Kementerian PU mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi pengaturan lalu lintas sementara dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Masyarakat juga diminta untuk mengutamakan keselamatan serta mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang selama pengalihan arus berlangsung.

Kementerian PU melalui Tim BBPJN Kalimantan Timur akan terus memantau perkembangan kondisi di lokasi dan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai hasil penyelidikan teknis. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan masyarakat, pengguna jalan, serta keberlanjutan konektivitas pada ruas Jalan Poros Tenggarong–Samarinda.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.