Pariwisata Kamboja Jeblok Akibat Dicap Negara Pusat Penipuan Daring

Minggu, 06 Sep 2026, 16:41 WIB

PHNOM PENH - Kementerian Pariwisata Kamboja pada Sabtu (5/9) merilis laporan angka kunjungan wisatawan mancanegara mereka mencapai 1,99 juta dalam tujuh bulan pertama 2026 atau anjlok sebanyak 46 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).

Menteri Pariwisata Kamboja Huot Hak menyebut bahwa sentimen negatif terkait jaringan penipuan daring di negaranya menjadi salah satu faktor penyebab turunnya angka kunjungan wisatawan mancanegara.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Huot Hak juga menilai ketegangan di perbatasan Kamboja-Thailand turut berpengaruh, selain konflik geopolitik di Timur Tengah yang turut menyebabkan kenaikan harga bahan bakar dan menurunkan minat masyarakat global untuk bepergian.

Laporan Kementerian Pariwisata Kamboja menyebut Tiongkok, Vietnam, dan Amerika Serikat (AS) menjadi tiga negara asal terbesar wisatawan mancanegara selama periode Januari hingga Juli 2026.

Kendati menghadapi banyak tantangan regional dan global, pariwisata tetap menjadi salah satu dari empat pilar ekonomi utama Kamboja bersama pertanian, konstruksi dan properti, serta ekspor manufaktur pakaian jadi, alas kaki, dan barang-barang perjalanan.

Pada 2025, Kamboja mencatat kunjungan 5,57 juta wisatawan mancanegara dan meraup pendapatan kotor sebesar 3,87 miliar dolar AS.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.