Mendikdasmen Instruksikan Sekolah Terdampak Erupsi Krakatau Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

Minggu, 06 Sep 2026, 18:56 WIB

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menginstruksikan pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring bagi sekolah-sekolah yang terdampak parah oleh erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Di daerah yang terdampak cukup berat, maka pembelajaran dapat dilaksanakan melalui pembelajaran di rumah melalui daring, atau dilaksanakan di tempat tertentu yang aman melalui sarana pembelajaran yang daring," kata Mendikdasmen dalam Konferensi Pers Pembaruan Informasi Layanan Pendidikan Pascaerupsi Krakatau yang digelar secara daring di Jakarta, Minggu (06/9).

Ket. Foto: Arsip - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melakukan tanya jawab dengan media usai membuka Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di Jakarta Pusat pada Jumat (4/9/2026). — Sumber: ANTARA

Abdul Mu'ti juga menyebutkan skema PJJ tersebut difokuskan pada sejumlah wilayah dengan paparan abu vulkanik tinggi, seperti Kabupaten Serang di Banten, serta Kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan di Provinsi Lampung.

Bagi daerah yang paparannya dinilai masih aman untuk menggelar pembelajaran tatap muka, Mu'ti mewajibkan penerapan protokol kesehatan dan keamanan yang sangat ketat.

"Pembelajaran dapat tetap diselenggarakan di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, tidak melaksanakan kegiatan di luar kelas, menutup pintu, jendela, dan kegiatan-kegiatan yang memungkinkan keselamatan bagi seluruh murid," ujarnya.

Mendikdasmen juga memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk menyesuaikan durasi jam belajar, sehingga tidak harus berjalan penuh seperti pada kondisi normal.

Selain itu, para guru diimbau untuk menyisipkan materi pendidikan kebencanaan agar siswa tetap tenang dan memahami langkah penyelamatan diri.

Terkait durasi penerapan belajar dari rumah tersebut, Abdul Mu'ti menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas pemerintah daerah yang paling memahami dinamika sebaran abu vulkanik di lapangan.

"Jadi kalau di Jakarta sudah ditetapkan bahwa pembelajaran di Jakarta mulai besok diselenggarakan secara daring, maka semuanya harus mengikuti aturan pemerintah daerah. Nah untuk daerah-daerah lain yang belum membuat keputusan, kami sangat mengharapkan agar dapat sesegera mungkin memberikan informasi sebagai panduan bagi masyarakat," ucap dia.

Abdul Mu'ti menyebutkan hingga saat ini tidak ada korban jiwa dari kalangan murid maupun guru, serta tidak ada laporan kerusakan infrastruktur sekolah di wilayah terdampak, seperti Banten dan Lampung.

Meski demikian, ia menegaskan keselamatan dan kesehatan warga sekolah tetap menjadi prioritas utama pemerintah.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.