Mencekam, Gunung Ile Lewotolok Meletus 1.873 Kali Hanya dalam Waktu 5 Hari
Minggu, 06 Sep 2026, 21:55 WIBKUPANG -Â Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatatkan rentetan aktivitas vulkanik tinggi dengan mengalami 1.873 kali gempa letusan atau erupsi sepanjang periode 1 hingga 5 September 2026.
Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian dihubungi dari Kupang, Minggu malam mengatakan selama periode tersebut gunung api teramati mengalami sejumlah aktivitas erupsi dengan tinggi letusan mencapai 200-700 meter dari puncak.
"Kolom abu letusan berwarna putih, kelabu hingga hitam," kata Stanislaus dalam laporan pengamatan Gunung Ile Lewotolok periode 1-5 September 2026.
Selain aktivitas erupsi, petugas juga mengamati guguran dengan jarak luncur mencapai 700 meter dari puncak dan arah luncuran menuju tenggara.
Secara visual, Gunung Ile Lewotolok terlihat jelas hingga tertutup kabut pada tingkat 0-II. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal, dengan ketinggian sekitar 20-500 meter dari puncak.
Selama lima hari pengamatan, cuaca di sekitar gunung api terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah hingga kencang ke arah barat dan barat laut. Suhu udara berkisar 23-32 derajat Celsius.
Selain 1.873 kali gempa letusan/erupsi, aktivitas kegempaan juga mencatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 40 mm dan durasi 85 detik.
Kemudian, tercatat 663 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,3-40 mm dan durasi 17-85 detik, serta 14 kali gempa harmonik dengan amplitudo 5,5-40 mm dan durasi 80-209 detik.
Pihaknya juga mencatat 221 kali tremor nonharmonik dengan amplitudo 3,3-40 mm dan durasi 77-503 detik.
Sementara itu, gempa hybrid/fase banyak tercatat enam kali dengan amplitudo 6,6-22,1 mm, S-P 1,1-2,5 detik dan durasi 12-21 detik.
Gempa vulkanik dangkal tercatat empat kali dengan amplitudo 8,8-40 mm dan durasi 8-14 detik, sedangkan gempa vulkanik dalam sebanyak enam kali dengan amplitudo 6,6-40 mm, S-P 0,5-2,39 detik dan durasi 8-12 detik.
Selain itu, tercatat tiga kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16,6-33,2 mm, S-P 17-28 detik dan durasi 48-86 detik.
Terkait erupsi gunung Ile Lewotolok yang terjadi pada pukul 06.41 WITA pagi tadi, dengan ketinggian mencapai 600 meter, Stanis mengatakan bahwa video tersebut diambil oleh guide dikawah oleh guide sehingga kelihatan tinggi.
âYang sedang beredar di sosmed itu diambil di kawah oleh guide. Makanya kelihatan tinggi, â ujar dia.
Sampai dengan berita ini diturunkan pukul 21.45 WITA, erupsi gunung Ile Lewotolok masih terjadi. Terakhir erupsi terjadi pada pukul 21.35 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang 500 m di atas puncak atau kurang lebih 1.923 m di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 32 detik.
- gempa vulkanik
- gunung ile lewotolok
- erupsi ile lewotolok
- gunung api ntt
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.