Manisnya Perjuangan UMKM Jambi: Modal Rp2 Juta Tumbuh Jadi Usaha Serap 15 Tenaga Kerja
Minggu, 06 Sep 2026, 19:05 WIBJAKARTA â Berawal dari usaha rumahan dengan modal hanya Rp2 juta, seorang pelaku UMKM kue di Jambi perlahan mengubah dapur sederhana menjadi ruang produksi yang mampu menghasilkan ribuan bolu setiap hari.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukan selalu menjadi penghalang untuk berkembang ketika ada kemauan, ketekunan, dan akses pembiayaan yang tepat.
Kini, produksi usahanya telah mencapai sekitar 3.000 bolu per hari dengan melibatkan 15 pekerja.
Pertumbuhan itu turut ditopang melalui program kredit murah yang diselenggarakan pemerintah, memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menambah kapasitas produksi sekaligus memperluas kesempatan kerja.
Kisah tersebut menjadi gambaran bagaimana akses pembiayaan yang lebih terjangkau dapat memberi dorongan nyata bagi UMKM untuk naik kelas.
Dari modal Rp2 juta, usaha rumahan itu kini berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang tidak hanya menghasilkan produk dalam jumlah besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi belasan orang.
"Saya juga nggak nyangka dari awal modal Rp2 juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Mekaar," kata pelaku UMKM asal Jambi, Dermiyanti, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (6/9).
Dermiyanti memulai usaha pembuatan kue pada 2014 dengan kapasitas produksi yang masih terbatas sebelum mengembangkan usahanya setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) pada 2018.
PNM Mekaar adalah program kredit ultra mikro dari pemerintah melalui BUMN Permodalan Nasional Madani (PNM) yang oleh Presiden RI Prabowo Subianto diturunkan suku bunga kreditnya, dari sebelumnya 24 persen menjadi di bawah 9 persen.
Pemerintah melalui Kementerian UMKM kemudian mengumumkan bahwa bunga pembiayaan tersebut menjadi 8 persen yang mulai diberlakukan pada awal September 2026 untuk meringankan beban nasabah.
Dalam perjalanan usahanya, Dermiyanti mengikuti studi banding ke Bogor pada 2024 yang memperkenalkannya pada sejumlah resep baru untuk dikembangkan di rumah produksinya di Muaro Bungo, Jambi.
"Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PNM yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas," katanya.
Dermiyanti kemudian mengembangkan resep tersebut hingga menghasilkan varian Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat yang menjadi bagian dari produk rumah produksinya.
Selain kedua varian tersebut, rumah produksi Dermiyanti juga membuat brownies, sarang semut, dan rainbow cake yang dipasarkan ke sejumlah wilayah, antara lain Bangko, Sarolangun, dan Tebo.
Produksi rumah kue tersebut kini mencapai hingga 3.000 bolu per hari dengan harga jual sekitar Rp15.000 per bolu, sedangkan omzet hariannya berkisar Rp15 juta hingga Rp20 juta.
"Dari modal awal Rp2 juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal," kata Dermiyanti.
Perkembangan usaha tersebut turut membuka lapangan kerja bagi 15 orang yang bekerja dalam kegiatan produksi. Dermiyanti juga telah difasilitasi untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai bagian dari penguatan legalitas usahanya.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Kindaris mengatakan kisah Dermiyanti menunjukkan usaha yang dimulai dari modal terbatas dapat berkembang dan memberikan penghidupan bagi masyarakat di sekitarnya.
"Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa Rp2 juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya," kata Kindaris.
Perjalanan usaha Dermiyanti menjadi salah satu kisah nasabah PNM yang diangkat dalam momentum Hari Pelanggan Nasional yang diperingati setiap 4 September.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Puluhan Investor Masuk IKN, Nilai Investasi Tembus Rp74,54 Triliun
-
Pemprov Jatim dan Unira Latih Petani Bangkalan Pengendalian Hama Ramah Lingkungan
-
Indonesia Imbang Tanpa Gol Melawan Singapura Pada Babak Pertama di Laga Grup A Piala AFF
-
Ngeri….. Sekali Bawa Narkoba Diupahi Rp220 Juta, Mak!
-
Bantul Kembangkan Sorgum, Pilihan Baru untuk Piring dan Kantong Petani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.