Cegah Abrasi, Balai Karantina Papua Barat Daya Tanam 200 Bibit Mangrove
Sabtu, 26 Sep 2026, 14:50 WIBSORONG â Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya menanam sebanyak 200 bibit mangrove untuk memperkuat ekosistem pesisir sekaligus mencegah abrasi di wilayah tersebut.
Kepala Karantina Papua Barat Daya I Wayan Kertanegara di Sorong, Sabtu (26/9), mengatakan kegiatan penanaman mangrove merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-3 Badan Karantina Indonesia dan Hari Karantina ke-149.
"Menanam pohon ini ada kaitannya dengan kita harus cinta lingkungan, karena lingkungan akan menjaga kita. Kita harus menjaga lingkungan," katanya setelah menanam bibit mangrove.
Ia menjelaskan sebanyak 200 bibit mangrove ditanam pada bagian kawasan hutan mangrove yang masih kosong untuk memperkuat tutupan vegetasi.
Menurut dia, semakin banyak pohon mangrove yang tumbuh, semakin kuat pula fungsi kawasan tersebut dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi.
Kegiatan penanaman mangrove tersebut melibatkan sejumlah pihak, antara lain Pusat Data, Statistik dan Informasi Kelautan dan Perikanan (PDSKP), Pengelolaan Ruang Laut (PRL), Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BP2MHKP), serta Dinas Kelautan dan Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Solossa mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah nyata dalam menjaga ekosistem pesisir, khususnya mangrove.
"Gerakan menanam mangrove ini hal yang baik untuk menggerakkan dan menginspirasi masyarakat Papua yang berada di wilayah pesisir agar menjaga mangrove," ujarnya.
Ia mengatakan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, termasuk membantu melindungi wilayah pantai dari abrasi, gelombang, dan ancaman bencana lainnya.
Absalom juga mendorong agar gerakan penanaman mangrove diperluas dengan melibatkan pelajar, sekolah, perkantoran, serta masyarakat.
"Kalau boleh ke depan jangan lagi menebang, tetapi mari kita menanam dan memperbanyak tanaman mangrove. Satu orang menanam 10 pohon, kalau 1.000 orang sudah berapa ribu pohon," katanya.
Ia menilai keberadaan kawasan mangrove di wilayah perkotaan merupakan aset yang perlu dijaga secara berkelanjutan agar dapat dinikmati hingga generasi mendatang.
Selain penanaman mangrove, rangkaian peringatan Hari Karantina juga diisi dengan pelayanan vaksinasi gratis, pelayanan kesehatan masyarakat, serta webinar ekspor untuk memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai persyaratan karantina dalam kegiatan ekspor.
- tanam mangrove
- Balai Karantina Papua Barat Daya
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Optimalkan Pendekatan Uptime, Isuzu Perkuat Profitabilitas Pelanggan
-
Menjadi Unggulan 32, Janice Tjen Mendapat Bye di Cincinnati
-
Cegah Abrasi Wilayah Pesisir, Pemkot Kendari Tanam 1.000 Mangrove
-
PVMBG: Anak Krakatau Level 3 Siaga
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.