Sekuel Dungeons & Dragons Berpeluang Terwujud Meski Gagal di Bioskop
Jumat, 04 Sep 2026, 16:40 WIBJAKARTA - Film Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves ternyata masih memiliki peluang untuk mendapatkan sekuel meski performanya di bioskop tidak sesuai harapan. Film yang dibintangi Chris Pine tersebut tayang pada Maret 2023 dengan anggaran produksi sekitar 150 juta dolar AS, tetapi hanya meraup 208,2 juta dolar AS secara global.
Film garapan John Francis Daley dan Jonathan Goldstein tersebut sebenarnya mendapat sambutan sangat positif dari kritikus maupun penonton. Perpaduan petualangan fantasi, aksi, humor, dan unsur emosional membuat Honor Among Thieves memiliki basis penggemar yang cukup kuat setelah tersedia melalui layanan tayangan daring.
Kegagalan pendapatan bioskop sempat membuat rencana sekuel terhenti. Namun, kabar terbaru menunjukkan bahwa Dungeons & Dragons 2 belum sepenuhnya ditutup karena naskah film tersebut ternyata sudah dirampungkan oleh Daley dan Goldstein.
Naskah Sekuel Sudah Rampung
Jonathan Goldstein mengungkapkan perkembangan tersebut saat berbincang bersama John Francis Daley dalam siniar The Discourse dari The Playlist. Menurut Goldstein, mereka telah menyelesaikan naskah untuk sekuel Honor Among Thieves, tetapi Paramount-Skydance sejauh ini tidak bersedia memberikan pendanaan untuk proyek tersebut.
"Saya pikir Hasbro sangat percaya pada proyek ini, dan jika mereka dapat menemukan mitra studio untuk mewujudkannya, mereka akan ingin melanjutkannya. Begitu juga para produser kami," kata Goldstein.
Kini, Hasbro disebut mengambil peran dalam mencari studio baru yang bersedia membiayai produksi film tersebut. Harapan untuk melanjutkan waralaba masih terbuka selama ada perusahaan yang mau menanggung kebutuhan produksi yang cukup besar.
Daley juga mengakui bahwa kebutuhan anggaran menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan Dungeons & Dragons 2. Meski belum ada kepastian film akan diproduksi, ia menyebut dirinya dan Goldstein tetap bangga dengan naskah yang telah mereka buat.
"Ya, ada realitas praktis terkait pendanaan, dan siapa yang tahu apakah film ini akan dibuat, tetapi kami bangga dengan naskah sekuelnya dan berharap suatu saat nanti akan menemukan jalan untuk diproduksi," ujar Daley.
Sekuel Dinilai Punya Peluang Lebih Besar
Jika benar-benar diproduksi, Dungeons & Dragons 2 diyakini memiliki sejumlah keuntungan dibanding film pertamanya. Salah satunya adalah cerita tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu untuk memperkenalkan karakter, hubungan keluarga, serta dunia yang menjadi latar petualangan.
"Kami jatuh cinta dengan karakter-karakternya, dan ada begitu banyak potensi dalam sekuel karena babak pertama tidak dipenuhi dengan eksposisi atau pengenalan keluarga yang sudah kita kenal. Jadi Anda bisa langsung masuk ke cerita, yang sangat bagus," kata Goldstein.
Dengan karakter utama yang sudah dikenal penonton, film kedua dapat lebih cepat membawa cerita menuju konflik dan petualangan utama. Kondisi tersebut juga berpotensi membuat alur terasa lebih dinamis karena tidak perlu mengulang terlalu banyak penjelasan dari film sebelumnya.
Film Pertama Hadapi Persaingan Berat
John Francis Daley menilai salah satu persoalan yang memengaruhi pendapatan Honor Among Thieves adalah waktu penayangannya yang kurang menguntungkan. Film tersebut dirilis hanya empat hari sebelum The Super Mario Bros. Movie yang kemudian menjadi salah satu film terlaris pada 2023 dengan pendapatan lebih dari 1,3 miliar dolar AS di seluruh dunia.
"Film itu dirilis empat hari sebelum film Super Mario, yang memecahkan rekor," ujar Daley.
Selain persaingan di bioskop, film tersebut juga dirilis di tengah kontroversi terkait perubahan Lisensi Permainan Terbuka oleh Wizards of the Coast pada awal 2023. Kontroversi tersebut memicu reaksi keras dan aksi boikot dari sebagian penggemar Dungeons & Dragons sehingga turut menjadi persoalan eksternal yang memengaruhi suasana ketika film dirilis.
Daley juga menilai kampanye promosi Honor Among Thieves belum cukup berhasil menjangkau calon penonton yang bukan pemain Dungeons & Dragons. Menurutnya, kombinasi waktu rilis, kontroversi lisensi permainan, dan strategi pemasaran membuat film tersebut menghadapi situasi yang sangat sulit di bioskop.
"Itu adalah badai sempurna dari semua elemen tersebut, dan kita akan lihat nanti," tambah Daley.
Dengan naskah yang sudah selesai dan dukungan Hasbro yang masih kuat, peluang Dungeons & Dragons 2 untuk menemukan studio pendanaan tetap terbuka. Namun, sampai sekarang belum ada kepastian mengenai studio yang akan memproduksi film tersebut, jadwal syuting, maupun tanggal penayangannya.
- Film Hollywood
- Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves
- Paramount Pictures
- Film Sekuel
- Film Fantasi
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Terbang Langsung ke Sabang? Rute dari Medan Bisa Jadi Game Changer Pariwisata di Titik Nol RI
-
Kebakaran di Gunung Karanglo Ponorogo Telah Berhasil Dipadamkan
-
Belanja Saja Tak Cukup, Kemendag Minta Festival Terhubung dengan Pariwisata
-
XL Dinobatkan Sebagai Best Mobile Network Indonesia
-
Ancol Beri Tiket Gratis untuk Anak-anak dalam rangka Hari Anak Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.