CdM Todotua Sebut Target di Asian Games Aichi-Nagoya Terlampaui dengan 39 Medali

Minggu, 04 Okt 2026, 15:58 WIB

NAGOYA - Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyebut kontingen Merah Putih berhasil melampaui target perolehan medali yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Indonesia mengakhiri perjuangan di Asian Games dengan membawa pulang 39 medali, terdiri atas lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu, atau melampaui target empat medali emas yang ditetapkan Kemenpora.

Ket. Foto: Atlet panahan Indonesia, Nurisa Dian Ashrifa — Sumber: antara foto

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik," ujar Todotua dalam keterangan di Nagoya, Minggu (4/10).

Raihan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir Asian Games Aichi-Nagoya. Posisi itu memang turun dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022 saat Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Namun, Todotua menilai capaian di Aichi-Nagoya tetap patut diapresiasi karena sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali emas Indonesia tidak dipertandingkan pada Asian Games kali ini.

Nomor menembak 10 meter running target campuran dan putra yang menyumbangkan dua emas di Hangzhou, misalnya, tidak dipertandingkan di Aichi-Nagoya. Hal serupa terjadi pada nomor Dragon Boat 1000 meter putra.

Di tengah perubahan nomor pertandingan tersebut, sejumlah atlet Indonesia mampu mencatat prestasi yang membanggakan sekaligus menciptakan sejarah.

Atlet angkat besi Rahmat Erwin mencatat total angkatan 366 kilogram dan menempatkan namanya sebagai pemegang rekor dunia kelas 75 kilogram. Dari panjat tebing, Desak Made mengukir rekor Asia nomor speed putri dengan catatan waktu 6,062 detik.

Sejarah juga tercipta dari bulu tangkis setelah tim putra Indonesia mengalahkan China di final. Hasil tersebut mengakhiri penantian Indonesia untuk kembali meraih medali emas Asian Games selama 28 tahun.

Sementara itu, Nurisa Dian Ashrifa mencatat sejarah dari cabang panahan dengan menjadi atlet yang untuk pertama kalinya mempersembahkan medali emas Asian Games bagi Indonesia dari cabang olahraga tersebut.

Todotua juga menyoroti kontribusi cabang olahraga yang baru menjalani debut di Asian Games, seperti teqball, padel, MMA, dan esport, yang mampu menyumbangkan medali perak dan perunggu bagi Indonesia.

Selain hasil pertandingan, Todotua mengatakan seluruh proses kerja Tim CdM selama Asian Games akan menjadi bahan evaluasi untuk perkembangan olahraga nasional.

"Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya," kata Todotua.

Evaluasi tersebut mencakup rangkaian kerja sejak masa persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama pertandingan, hingga kepulangan kontingen.

Kinerja Todotua dan tim CdM juga mendapat apresiasi dari Ketua PB PABSI Rosan Roeslani. Ia menilai respons cepat CdM dalam menghadapi berbagai dinamika selama Asian Games memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial.

"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ujar Rosan.

Apresiasi serupa disampaikan atlet menembak Indonesia Vidya Rafika yang menilai kehadiran langsung CdM di lapangan pertandingan menjadi bentuk perhatian terhadap perjuangan para atlet.

"CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut," ujar Vidya.

Atlet wushu Indonesia Thania Kusumaningtyas, peraih medali perunggu, juga menilai Todotua sebagai sosok yang ramah dan memberikan dukungan kepada atlet. "Ramah dan support banget," ujar Thania.

  • Target Asian Games Aichi-Nagoya
  • CdM Todotua
  • Terlampaui

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.