- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Kerahkan AI untuk B...
Jepang Kerahkan AI untuk Bersih-Bersih Laut dari Sampah Plastik
Kamis, 03 Sep 2026, 21:33 WIBTOKYO - Tim peneliti Jepang telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi sampah plastik laut di dasar laut dengan lebih baik, seperti diungkapkan dalam sebuah jurnal internasional, Kamis (3/9).
Tim dari Badan Sains dan Teknologi Kelautan-Bumi Jepang (JAMSTEC) mengembangkan sistem bernama DeepLitterAI.
Sistem itu mampu memproses data dengan kecepatan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan manusia dan diharapkan dapat digunakan untuk pemantauan sampah plastik laut secara waktu nyata.
Tim tersebut menyusun kumpulan data yang terdiri dari sekitar 12.000 gambar berdasarkan rekaman dasar laut Jepang yang diambil oleh badan tersebut sejak 1983.
Kumpulan data itu mencakup objek sampah berukuran kecil serta objek non-sampah seperti bebatuan dan makhluk hidup, yang sering kali keliru diidentifikasi.
Tim kemudian melatih sistem tersebut menggunakan berbagai pola, seperti efek buram dan pembalikan gambar, untuk mengurangi kesalahan deteksi.
Meskipun sebagian besar sampah plastik yang masuk ke laut akhirnya tenggelam ke dasar laut, sulit untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang kondisinya.
"Kami dapat dengan cepat mengidentifikasi area tempat sampah menumpuk dalam jumlah besar dan menggunakan informasi ini untuk menerapkan langkah-langkah penanggulangan," kata Ryota Nakajima, seorang ahli oseanografi biologi dalam tim tersebut.
Dalam pengujian menggunakan rekaman asli, sistem itu mampu mengidentifikasi jenis dan jumlah sampah bahkan ketika objek tersebut tampak sangat kecil, hanya mencakup 5 hingga 10 persen dari lebar gambar, serta berhasil mendeteksi 80 persen dari jenis sampah utama, seperti botol plastik dan kantong polietilena.
Tingkat kesalahan dibandingkan dengan pemeriksaan visual oleh para ahli adalah sekitar 10 persen, dan sistem itu mampu menyelesaikan analisis hanya dalam beberapa hari, yang biasanya memakan waktu sekitar satu bulan jika dilakukan oleh manusia.
Mengingat rekaman laut dalam diambil menggunakan lensa sudut lebar, sistem AI yang ada sebelumnya hanya mampu mengenali sampah berukuran besar, sehingga sering kali melewatkan sampah yang lebih kecil.
Tim peneliti melaporkan bahwa metode baru itu telah meningkatkan akurasi sebesar 1,6 kali lipat. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Perlu Antisipasi Dini Risiko Stagflasi Global
-
Akibat Banjir, KAI Membatalkan 82 Perjalanan KA Jarak Jauh
-
Hiroshima Desak Negara-negara Menghapus Kepemilikan Senjata Nuklir
-
Negosiasi AS-Iran Buntu, Ketegangan Nuklir dan Selat Hormuz Masih Membayangi
-
Dampak Gempa M 5,3 Pangandaran, Perjalanan KA Siliwangi Dihentikan Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.