Stasiun Lubuk Alung Diproyeksikan Jadi Simpul Transportasi Modern Sumatera Barat

Kamis, 24 Sep 2026, 21:07 WIB

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat menjadikan Stasiun Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman sebagai salah satu simpul transportasi modern di provinsi itu.

"Berdasarkan catatan volume pelanggan di Stasiun Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, melonjak hingga 53,51 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab di Padang, Kamis.

Ket. Foto: Stasiun Lubuk Alung, Padang Pariaman. — Sumber: Antara Foto

Menurut dia, pertumbuhan pelanggan di Stasiun Lubuk Alung berjalan seiring dengan peningkatan frekuensi perjalanan dan pengembangan pola operasi kereta api.

Ia menilai peningkatan signifikan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi publik berbasis rel, khususnya di wilayah Sumatera Barat, terus berkembang dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data KAI Divre II Sumbar, jumlah pelanggan di Stasiun Lubuk Alung pada semester I 2026 telah menyentuh angka 132.054 orang, jauh meningkat dari semester I 2025 yang tercatat sebesar 86.020 pelanggan.

Secara operasional, Stasiun Lubuk Alung merupakan titik temu krusial yang menghubungkan tiga koridor utama perkeretaapian di wilayah tersebut, yakni lintas Lubuk Alung–Duku, Lubuk Alung–Pariaman, serta Lubuk Alung–Kayu Tanam.

KAI mencatat perjalanan kereta api (KA) Pariaman Ekspres yang melayani mobilitas masyarakat setempat terus bertambah secara berkala, dari semula delapan perjalanan per hari pada 2021 menjadi 10 perjalanan per hari sejak 2025 hingga kini.

Selain itu, perluasan akses dilakukan lewat perubahan relasi operasi KA Lembah Anai yang kini melayani rute Kayu Tanam–Padang pulang-pergi demi memperlancar mobilitas warga menuju pusat aktivitas di Kota Padang.

Melihat pertumbuhan volume penumpang yang pesat tersebut, KAI Divre II Sumbar juga berencana mengoptimalkan kawasan stasiun melalui pemanfaatan aset perusahaan secara produktif untuk kegiatan komersial masyarakat di sekitar pasar rakyat.

Pihak manajemen berencana mengembangkan fasilitas area parkir terpadu serta menyediakan stasiun pengisian daya kendaraan listrik sebagai komitmen mendukung ekosistem transportasi modern yang ramah lingkungan.

Di samping pembenahan fasilitas transportasi, ekosistem Stasiun Lubuk Alung turut diperkuat dengan kehadiran layanan kesehatan Klinik Mediska yang dapat diakses oleh para pekerja kereta api maupun masyarakat umum.

"Pengembangan Stasiun Lubuk Alung tidak hanya dilihat dari sisi perjalanan kereta api, tetapi juga potensi kawasan dan layanan pendukung demi menghadirkan ekosistem bernilai tambah dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan serta regulasi," ujar Reza.

  • Stasiun Lubuk Alung

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.