Belitung Bidik Pasar Arab-Eropa, Kerapu Lokal Siap Mendunia

Kamis, 03 Sep 2026, 20:20 WIB

TANJUNGPANDAN – Ikan kerapu semakin menunjukkan potensi sebagai komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi di pasar global.

Tren ekspornya juga mulai menguat, seperti kerapu asal Sulawesi Selatan yang pada semester I 2026 menembus 53,8 ton senilai Rp13,7 miliar ke Amerika Serikat.

Ket. Foto: Petugas Dinas Perikanan Belitung sedang melakukan pengawasan pembudidaya ikan krapu di kerambak, di Tanjungpandan, Kamis (3/9/2026). — Sumber: ANTARA/Apriliansyah

Di tengah permintaan pasar internasional, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan kualitas, sertifikasi, rantai dingin, dan konsistensi pasokan.

Dengan standar mutu yang terjaga, ekspor kerapu bukan hanya mendatangkan devisa, tetapi juga dapat meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pembudidaya di daerah.

‎Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), terus menjajaki dan memperluas pasar ekspor komoditas ikan kerapu ke sejumlah negara Arab dan Eropa guna mengoptimalkan potensi budi daya lokal.

‎

‎"Kami sedang melakukan penjajakan pasar ekspor ikan kerapu ke negara-negara Arab dan Eropa guna membuka pasar baru setelah jalur ekspor ikan kerapu hidup ke Hongkong sempat mengalami kendala dalam beberapa waktu terakhir," kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Belitung Rekie Irawan di Tanjungpandan, Kamis.

‎

‎Ia mengatakan selain pasar seperti Hongkong, Malaysia, dan Singapura, Dinas Perikanan Belitung kini membidik peluang di kawasan yang lebih luas, termasuk negara-negara di Eropa yang dinilai potensial dan berminat terhadap komoditas kerapu hidup Belitung.

‎

Selain itu, menurut dia, salah satu fokus utama pengembangan pasar saat ini adalah menembus pasar negara-negara Arab.

‎

‎"Pengiriman direncanakan memanfaatkan jasa ekspedisi kargo," ujar dia.

‎

‎Meskipun sistem pengiriman ikan kerapu ke Timur Tengah tidak dilakukan secara langsung dalam kondisi hidup, Dinas Perikanan Belitung memastikan bahwa skema ekspor dalam bentuk ikan kerapu segar (fresh) tetap menjadi solusi yang sangat potensial.

‎

‎"Upaya diversifikasi pasar ekspor ini krusial untuk menyerap ketersediaan stok ikan kerapu di tingkat pembudidaya lokal yang saat ini melimpah," ujar dia.

‎

‎Rekie menjelaskan, saat ini stok ikan kerapu di tingkat pembudidaya di daerah itu cukup melimpah dan siap untuk diekspor ke pasar internasional.

‎

‎Dinas Perikanan Belitung mencatat ekspor ikan kerapu hidup dari Belitung menuju Hongkong pada 2018 merupakan yang tertinggi mencapai sebanyak 120 ton, tahun 2019 sebanyak 90,1 ton, tahun 2020 menurun sebanyak 61,5 ton akibat pandemi COVID-19.

‎

‎Selanjutnya tahun 2022, ekspor ikan kerapu hidup Belitung menuju Hongkong tercatat sebanyak 63,35 ton, tahun 2022 turun sebanyak 33 ton karena ada kerusakan pada armada kapal pengangkut. Pada 2023, sebanyak 118,5 ton, sedangkan pada 2024 sebanyak 65,4 ton.

‎

‎"Namun tahun 2025 ekspor kerapu hidup dari Belitung menuju Hongkong turun menjadi 5,7 ton akibat hambatan teknis dan pasar," katanya.

‎

‎Ia berharap, ekspor kerapu hidup dari Belitung kini bisa kembali menggeliat sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi pembudidaya kerapu di daerah itu.

‎

‎"Kualitas hasil budi daya pembudidaya ikan kerapu Belitung juga sangat mampu bersaing dan siap menembus pasar ekspor," ujar dia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.