Merah Putih Berkibar! 5 Pemanjat Tebing Tim Ibex Indonesia Taklukkan Tebing Ekstrem Troll Wall Norwegia
Rabu, 02 Sep 2026, 22:48 WIBJAKARTAÂ - Sebanyak lima pemanjat Indonesia berhasil menaklukkan Troll Wall di Norwegia melalui ekspedisi Indonesia Big Wall Expedition (Ibex), sekaligus mengibarkan Merah Putih di salah satu tebing paling menantang di Eropa.
Berdasarkan unggahan bersama dalam akun Instagram (IG) @ibex_official.id dan @fpti_official, Rabu (2/9), lima pemanjat itu adalah Mochamad Akram Al Amien, Iga Wihantar, Nazib Fadlullah, Deden Wahyudin, dan Dodi Liswardi.
Tim menyelesaikan pendakian Troll Wall setelah menghadapi karakter tebing yang panjang, terjal, dan membutuhkan kemampuan teknis, serta daya tahan tinggi.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari misi The Earth Expedition Europe yang membawa tim Indonesia menjajal tiga tebing ikonis Eropa, yakni Le Petit Dru di Prancis, Troll Wall di Norwegia, dan Naranjo de Bulnes di Spanyol.
Dalam keterangan di IG tersebut, pemanjatan Troll Wall dimulai pada 19 Agustus melalui Norwegian Route yang merupakan salah satu jalur klasik di dinding tersebut dengan panjang sekitar 1.200 meter. Tim kemudian mencapai puncak pada 29 Agustus pukul 09.30 waktu setempat.
Troll Wall atau Trollveggen merupakan bagian dari massif Trolltindene di Romsdalen, Norwegia. Dinding batu tersebut memiliki ketinggian vertikal sekitar 1.100 meter dan dikenal sebagai salah satu tebing panjat paling ekstrem di Eropa.
Keberhasilan di Norwegia menjadi capaian kedua tim Ibex dalam rangkaian ekspedisi Eropa. Sebelumnya, tim berhasil menuntaskan pendakian Le Petit Dru di Prancis pada 3 Agustus, setelah empat hari pemanjatan melalui jalur American Direct sepanjang 30 pitch.
Ekspedisi tersebut sekaligus menjadi upaya tim Indonesia membawa Merah Putih ke tebing-tebing legendaris dunia. Setelah menyelesaikan tantangan di Le Petit Dru dan Troll Wall, tim IBEX dijadwalkan melanjutkan misi menuju Naranjo de Bulnes di Spanyol.
Sementara itu, Troll Wall pertama kali ditaklukkan pada 1965 oleh tim Norwegia. Sejak saat itu, dinding tersebut menjadi salah satu tujuan penting bagi pemanjat tebing dan pendaki ekstrem dunia karena tingkat kesulitan, kondisi batuan, serta cuaca yang dapat berubah dengan cepat.
Keberhasilan lima pemanjat Indonesia menuntaskan jalur tersebut menambah catatan prestasi pemanjatan tebing Indonesia di panggung internasional dan menunjukkan kemampuan pemanjat nasional menghadapi medan big wall dengan tingkat kesulitan tinggi.
Indonesia tidak kalah bersaing
Sementara itu, Ketua Indonesia Bigwall Expedition (Ibex) Freden Sembiring menilai keberhasilan tim Ekspedisi Merah Putih Europe Bigwall Expedition 2026 menaklukkan Troll Wall di Norwegia menjadi bukti bahwa pemanjat alam Indonesia tidak kalah bersaing dengan pemanjat Eropa atau dunia.
Dia menyatakan keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi perkembangan panjat tebing alam Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar tantangan di tingkat dunia.
"Saya sangat terharu dan bangga atas perjuangan teman-teman ekspeditor yang sedang melakukan Expedition Merah Putih Europe Bigwall Expedition 2026," kata Freden saat dihubungi dari Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pencapaian ekspedisi tersebut membuktikan pemanjat Indonesia mampu melakukan tantangan yang selama ini identik dengan kemampuan pemanjat dari Eropa atau dunia.
Dia menjelaskan keberhasilan itu juga menjadi bukti bahwa keterbatasan yang dimiliki pemanjat Indonesia justru dapat menjadi pemantik untuk lebih berani menghadapi medan dan tantangan baru.
Selain membuktikan kemampuan pemanjat Indonesia, ekspedisi tersebut merupakan upaya melanjutkan mimpi para pendiri panjat tebing Indonesia yang telah meletakkan dasar perkembangan olahraga tersebut di tanah air.
Lebih lanjut dia menjelaskan keberhasilan tim dapat membangun semangat keberanian bagi pemanjat Indonesia lainnya untuk mengembangkan kemampuan, khususnya dalam menghadapi tantangan panjat tebing alam di berbagai medan.
Pria asal Sumatera Utara itu berharap pencapaian tidak berhenti sebagai sebuah keberhasilan dalam satu ekspedisi semata. Namun dapat menjadi pemicu bagi para pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di tingkat provinsi maupun cabang untuk lebih serius mengembangkan panjat tebing alam.
Sebab, pengembangan panjat tebing di Indonesia selama ini perlu berjalan beriringan antara cabang prestasi atau kompetisi dengan kegiatan panjat tebing alam dan ekspedisi.
Freden juga berharap keberhasilan Ekspedisi Merah Putih Europe Bigwall Expedition 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas pembinaan dan pengalaman pemanjat Indonesia agar semakin mampu tampil dalam ekspedisi berskala internasional.
Sementara itu lima pemanjat Indonesia berhasil menaklukkan Troll Wall di Norwegia pada akhir Agustus, sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih di salah satu tebing paling menantang di Eropa.
Kelima pemanjat itu adalah Mochamad Akram Al Amien, Iga Wihantara, Nazib Fadlullah, Deden Wahyudin, dan Dodi Liswardi.
Tim menyelesaikan pendakian Troll Wall setelah menghadapi karakter tebing yang panjang, terjal, dan membutuhkan kemampuan teknis, serta daya tahan tinggi. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari misi The Earth Expedition Europe yang membawa tim Indonesia menjajal tiga tebing ikonik Eropa, yakni Le Petit Dru di Prancis, Troll Wall di Norwegia, dan Naranjo de Bulnes di Spanyol. Ant
- Atlet Panjat Tebing
- Tim Ibex Indonesia
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Alarm Kredit UMKM! Tumbuh Cuma 1 Persen, Ekonom Ungkap Masalah Struktural yang Menghambat
-
Bantuan Bibit Tembakau untuk Petani di Sumenep
-
Tim Panjat Tebing Indonesia Borong 4 Medali di World Climbing Series Krakow 2026
-
Inovasi dan Terobosan untuk Komoditas Cabai
-
BPBD Kalbar hadapi kendala tangani karhutla dua kabupaten
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.