Pemkab Kepulauan Seribu Fasilitasi Pengangkutan Air Bersih Warga Antarpulau

Kamis, 24 Sep 2026, 13:34 WIB

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu memfasilitasi pengangkutan air bersih milik warga dari Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) PAM Jaya di Pulau Pramuka menuju Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

“Fasilitasi ini dilakukan untuk membantu warga Pulau Panggang yang membeli air bersih dalam kemasan galon di BWRO Pulau Pramuka, namun menghadapi keterbatasan sarana transportasi untuk membawa air tersebut ke tempat tinggal mereka,” kata Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan di Jakarta, Kamis (24/9).

Ket. Foto: Bupati Kepulauan Seribu Muhamad Fadjar Churniawan menaiki kapal fasilitas pengangkutan air bersih dari Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) PAM Jaya di Pulau Pramuka menuju Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara. — Sumber: ANTARA

Dia mengatakan pengangkutan itu diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Pulau Panggang dalam memperoleh air bersih.

“Sekaligus mendukung kelancaran distribusi air dari Pulau Pramuka," ujar Fadjar. 

Menurut dia, pengangkutan air bersih itu dilakukan dengan menggunakan sejumlah armada, di antaranya kapal kelurahan, kapal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kapal Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta kapal Bupati Kepulauan Seribu.

Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD, dan pemadam kebakaran.

Sementara itu, penjual air galon Evi (36) mengapresiasi fasilitasi pengangkutan air bersih yang dilakukan oleh pemerintah.

Dia menyebutkan kebutuhan air bersih yang meningkat membuat aktivitas penjualan turut mengalami kendala terkait transportasi menuju Pulau Panggang.

"Fasilitas untuk membawa air sampai ke Pulau Panggang belum memadai," ungkap Evi.

Dia menjelaskan harga penjualan air galon saat ini berkisar Rp4.000 dengan ketentuan minimal pembelian untuk dua keluarga.

Namun, warga yang tidak memiliki kendaraan pribadi terkadang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa transportasi atau ojek.

"Kalau tidak ada yang punya motor, biasanya harus sewa kapal transportasi lain dan bayar lagi. Kalau pakai ojek, ada tambahan biaya lagi," tutur Evi.

Warga lainnya Bargo (49) mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah dalam membantu distribusi air bersih.

"Kalau bisa, SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) di Pulau Panggang juga diperbaiki agar kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi setiap hari," imbuh Bargo. 

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.