- Home
-
- Luar Negeri
-
- Yen Kembali Loyo ke 160 pe...
Yen Kembali Loyo ke 160 per Dollar, Jepang-AS Sepakat Lanjutkan Stabilitas
Selasa, 01 Sep 2026, 20:53 WIBISTANBUL - Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan Jepang dan Amerika Serikat sepakat mengenai pentingnya koordinasi berkelanjutan untuk memastikan pergerakan nilai tukar yen terkendali serta menjaga stabilitas keuangan global.
Katayama bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Senin (31/8), di sela-sela pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok 20 (G20) di Asheville, North Carolina.
"Kami menegaskan bahwa nilai tukar yen yang terkendali menjadi sangat penting bagi stabilitas pasar keuangan global, termasuk di Amerika Serikat, dan bahwa upaya terkoordinasi berkelanjutan antara Jepang dan AS memiliki kontribusi dalam mencapai tujuan bersama ini," kata Katayama kepada wartawan usai pertemuan tersebut.
Kedua pejabat itu juga menegaskan kembali pentingnya intervensi bersama yang baru-baru ini dilakukan Jepang dan AS di pasar valuta asing.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar sebulan setelah Jepang dan AS melakukan intervensi pembelian yen secara terkoordinasi untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan Asia tahun 1998.
Intervensi pembelian itu dilakukan pada 31 Juli lalu, setelah yen melemah ke level terendah dalam 40 tahun, yakni mendekati 164 terhadap dolar AS.
Jepang menghabiskan dana sebesar 15,4 triliun yen (sekitar Rp1,7 kuadriliun), yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah, antara akhir Juli dan Agustus guna menopang mata uang tersebut, menurut data yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang pekan lalu.
Langkah tersebut awalnya dapat memperkuat nilai tukar yen. Namun, mata uang Jepang itu kemudian menghapus seluruh penguatannya dan kembali melemah melewati level psikologis penting 160 yen per dolar AS pada akhir pekan lalu.
Katayama enggan mengatakan pergerakan yen belakangan ini berlangsung teratur. Namun, dia menegaskan Tokyo tetap siap mengambil tindakan tegas terhadap fluktuasi yang tidak teratur.
Sementara itu, menjelang pertemuan tersebut, Bessent memperkirakan Pemerintah Jepang dan bank sentral Jepang, Bank of Japan, akan mengambil langkah-langkah lanjutan yang dapat mendorong penguatan yen.
Namun demikian, seorang pejabat senior Kementerian Keuangan Jepang mengatakan Bessent tidak menyampaikan permintaan khusus dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit tersebut, menurut kantor berita Kyodo.
- USD
- japanese yen
- sanae takaichi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Ratusan KK Menjerit Kekeringan, PMI Cianjur Kerahkan Armada Tembus Jalur Ekstrem!
-
Wow Butuh Biaya Sangat Banyak, Spanyol Pagari Laut Menyusul Korban Jiwa Ceuta Terus Bertambah
-
BI Optimalkan Program Patua untuk Tekan Inflasi Lewat Peningkatan Produksi Petani Sulut.
-
Jogja Run'nShine 2026 Targetkan 3.500 Pelari, Hadiah Umrah hingga Liburan ke Turki
-
Sungai Rhein Mengering, Stok BBM Jerman Mulai Terancam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.