Korban Tewas Banjir Nepal-Tibet Capai 804 Orang, Jenazah Mulai Dikuburkan

Senin, 31 Agu 2026, 05:25 WIB

KATHMANDU — Jumlah korban tewas akibat banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Nepal dan Tibet mencapai 804 orang. Di tengah pencarian lebih dari 3.000 orang yang masih hilang, Nepal mulai menguburkan jenazah korban yang belum berhasil diidentifikasi.

Dari The Guardian, data terbaru menunjukkan 788 orang meninggal dunia di Nepal, sementara 16 kematian dilaporkan di wilayah Tibet. Jumlah orang yang masih belum ditemukan mencapai 3.048 orang. Ratusan di antaranya merupakan warga negara asing.

Ket. Foto: Bencana ini juga memicu pencarian besar-besaran terhadap warga asing yang belum ditemukan. Data yang disampaikan otoritas Tiongkok mencatat 261 warga negara asing termasuk dalam daftar orang hilang di Tibet, di antaranya 104 warga Nepal, 49 warga India, 33 warga Latvia, 18 warga Amerika Serikat, dan 15 warga Inggris. — Sumber: Istimewa

Bencana terjadi setelah runtuhnya gletser pada Rabu (26/8) memicu gelombang air, lumpur, batu, dan material lain yang menerjang kawasan sepanjang aliran sungai di wilayah Himalaya. Sejumlah desa, jalan, jembatan, serta fasilitas pembangkit listrik tenaga air mengalami kerusakan parah.

Di Nepal, proses penanganan jenazah menghadapi keterbatasan fasilitas penyimpanan. Sejumlah jenazah telah berada di dalam air dan lumpur selama beberapa hari sehingga mengalami kerusakan dan semakin sulit dikenali.

Pemerintah Nepal kemudian mengambil sampel DNA dan bukti forensik dari jenazah sebelum dilakukan penguburan. Langkah tersebut memungkinkan jenazah yang belum teridentifikasi untuk tetap dapat dicocokkan dengan data keluarga apabila identitasnya berhasil diketahui di kemudian hari.

Di distrik Chitwan, ratusan jenazah yang belum teridentifikasi mulai dimakamkan di kawasan Devghat. Reuters melaporkan pemerintah setempat menyiapkan ratusan liang makam karena fasilitas kamar jenazah tidak mampu menampung seluruh korban yang ditemukan.

Kepala Polisi Nepal, Abi Narayan Kafle, mengatakan lebih dari 150 jenazah telah dikuburkan di sejumlah wilayah. Sebelum penguburan, petugas mengambil sampel DNA dan mencatat tanda-tanda identifikasi pada setiap jenazah.

“Kami tidak memiliki fasilitas pendingin dan penyimpanan dingin yang memadai, jadi sesuai dengan pedoman internasional, kami menyimpan jenazah dengan benar di dalam lumpur,” kata Kafle.

Dalam perkembangan lain, data di Nepal menunjukkan ratusan jenazah masih dalam proses identifikasi. Kathmandu Post melaporkan hanya 20 dari 669 jenazah yang telah ditemukan hingga Sabtu yang sudah berhasil diidentifikasi oleh keluarga pada saat itu.

Pemerintah Nepal menyatakan jenazah yang telah berhasil diidentifikasi akan diserahkan kepada keluarga. Sementara jenazah yang belum diketahui identitasnya ditangani pemerintah setelah seluruh data forensik dan sampel DNA dikumpulkan.

Ribuan orang masih hilang

Di Nepal, lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan. Namun, 2.502 orang masih belum dapat dihubungi menurut data yang disampaikan pemerintah Nepal pada Minggu.

Di antara mereka terdapat 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air yang dilaporkan hilang. Tim penyelamat juga masih berupaya menjangkau pekerja yang diduga terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A.

Militer Nepal berhasil memasukkan pipa ke salah satu bagian terowongan untuk mengalirkan udara ke dalam lokasi yang diduga menjadi tempat para pekerja terjebak.

Menteri Dalam Negeri Nepal, Sudan Gurung, mengatakan:

“Kami telah mulai mengalirkan udara melalui lubang kecil tersebut, dan sekarang kami akan memulai pekerjaan penggalian dan mengirim tim penyelamat ke dalam.”

Upaya pencarian berlangsung bersamaan dengan peringatan mengenai kenaikan debit sejumlah sungai. Otoritas Nepal meminta tim penyelamat meningkatkan kewaspadaan setelah menerima laporan kenaikan aliran Sungai Bhotekoshi di Rasuwa.

Sementara itu, operasi penyelamatan di wilayah Gyirong, Tibet, sempat dihentikan karena adanya risiko banjir lanjutan akibat terbentuknya danau baru. Pemerintah Tiongkok melaporkan 16 orang meninggal dan 546 lainnya masih hilang di wilayah tersebut.

  • Banjir Bandang Nepal-Tibet

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.