Jumlah Korban Tewas Akibat Bencana Nepal-Tiongkok Mendekati 800 Orang, Lebih dari 3.000 Hilang

Senin, 31 Agu 2026, 12:30 WIB

CHITWAN - Tim penyelamat di Nepal dan Tiongkok berlomba mencari ribuan orang yang hilang setelah runtuhnya gletser memicu longsor dahsyat di seluruh Himalaya, di tengah kondisi cuaca yang menantang dan naiknya permukaan air.

Pihak berwenang Nepal mengatakan, Minggu (30/8), jumlah korban tewas bertambah menjadi 781 orang dan 2.502 orang hilang pada hari kelima upaya penyelamatan.

Media pemerintah Tiongkok sebelumnya mengkonfirmasi 16 orang tewas di Tibet dan 546 orang hilang menyusul bencana hari Rabu, sehingga jumlah total korban tewas menjadi 797 dan 3.048 orang belum ditemukan.

Palang Merah memperkirakan lebih dari 90.000 orang kemungkinan terkena dampak bencana tersebut, yang oleh Tiongkok dikaitkan dengan dampak perubahan iklim. 

Ket. Foto: Warga Nepal melihat foto-foto orang hilang pasca banjir bandang, di luar sebuah rumah sakit di Kathmandu pada 30 Agustus 2026. — Sumber: AFP

Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Nepal dalam percakapan telepon pada hari Sabtu bahwa bencana longsor tersebut merupakan "bencana lintas batas paling parah" yang mereka alami dalam beberapa tahun terakhir dan operasi penyelamatan telah meningkat ke tingkat kesulitan dan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, seperti yang dilaporkan stasiun televisi pemerintah Tiongkok, CCTV.

Beijing mengatakan 261 warga negara asing dari 23 negara hilang di Tibet, dekat perbatasan utama dengan Nepal.

Besarnya skala bencana telah mempersulit upaya penyelamatan di medan pegunungan Himalaya yang terjal.

Polisi setempat di Nepal mengatakan kepada Reuters, warga dan petugas penyelamat telah pindah ke tempat yang lebih tinggi setelah permukaan air Sungai Trishuli naik dalam beberapa jam terakhir menyusul hujan baru, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan banjir susulan.

Operasi penyelamatan ditangguhkan beberapa kali sejak Jumat karena cuaca buruk dan kekhawatiran bahwa danau yang terbentuk di perbatasan Nepal-Tiongkok akibat bencana tersebut dapat memicu banjir baru setelah mulai meluap ke Sungai Lhende Khola dan Trishuli di Nepal .

CCTV melaporkan danau yang mengancam daerah hilir sebagian besar telah dikeringkan pada Sabtu malam. Namun, drone mendeteksi tanah longsor pada Sabtu malam yang berjarak 2,8 km di hilir danau, membentuk bendungan baru dan genangan air baru.

Di Nepal, upaya penyelamatan semakin difokuskan pada ratusan orang yang diyakini terjebak di dalam terowongan di pembangkit listrik tenaga air yang rusak akibat banjir.

Lok Bahadur Chhetri, juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, mengatakan Nepal membutuhkan bantuan internasional di bidang-bidang khusus, seperti operasi penyelamatan terowongan, pengujian DNA, penyimpanan jenazah dalam lemari pendingin, dan identifikasi forensik terhadap jenazah yang telah membusuk.

Menurut Chhetri, para ahli dari India dan Tiongkok sudah bekerja untuk membantu membuka terowongan dan mendukung operasi penyelamatan. 

  • Banjir Bandang Nepal-Tibet

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.