Beasiswa Pasti Pintar Ditambah 100 Persen

Senin, 31 Agu 2026, 01:10 WIB

BEKASI – Sebagai wujud komitmen untuk memperluas akses bantuan pendidikan tinggi bagi para mahasiswa tingkat lanjut, maka Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengeluarkan kebijakan akan menambah kuota penerima Program Beasiswa Pasti Pintar (Banpin) dari 100 menjadi 200 orang.

“Tahun depan kita tambah menjadi 200 penerima karena memang masih banyak warga yang membutuhkan bantuan pendidikan melalui program tersebut,” tutur Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, Minggu (30/8). Dia menyatakan, Program Banpin dirancang sebagai kebijakan pemerintah daerah. Ini tidak hanya membantu pelajar maupun mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendorong lahirnya banyak sumber daya manusia berkompeten dan berprestasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Ket. Foto: Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja (tengah depan) meninjau proses seleksi Program Banpin di gedung PKK Kabupaten Bekasi, kompleks perkantoran Pemkab Bekasi pada Jumat (28/8). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Asep menyebut, penambahan kuota tentu mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dengan skema serupa tahun ini. Bantuan biaya pendidikan yang diberikan sejak awal menempuh studi hingga semester delapan bagi mahasiswa baru. Begitu pula bagi mahasiswa semester ganjil: semester tiga hingga tujuh, hanya menerima bantuan sampai semester delapan. Nominal bantuan disesuaikan dengan nilai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan plafon maksimal 5 juta per semester.

“Apabila nilai UKT berada di bawah batas tersebut, bantuan diberikan sesuai dengan nominal UKT. Sedangkan jika melebihi 5 juta, selisih biaya menjadi tanggungan mahasiswa,” katanya. Program ini terbuka bagi calon mahasiswa baru maupun mahasiswa aktif. Mereka telah menempuh studi maksimal semester tujuh saat mendaftar. Mahasiswa yang telah memasuki semester delapan atau lebih, tidak dapat mengikuti seleksi.

Program Banpin merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam mendukung generasi muda agar terus berkembang, berprestasi serta memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih baik. Menurut Asep, pendidikan adalah fondasi utama membangun masyarakat berdaya saing. Kemajuan daerah ditentukan kualitas generasi muda. Maka, pemerintah daerah terus menghadirkan program-program strategis. Salah satunya melalui beasiswa pasti pintar ini.

Asep mengaku, kebijakan menambah kuota penerima Banpin juga didasari banyaknya pengusul program yang sedang berproses tahun ini, mencapai 3.438 pendaftar. Hal ini menunjukkan antusias masyarakat untuk bersaing menerima bantuan biaya pendidikan tinggi sangat bagus.

“Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pendidikan sangat besar. Maka, kami memperluas manfaat program ini agar lebih banyak mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya,” ucapnya.

Tak cukup berhenti di bantuan biaya, pemkab juga menyediakan fasilitas rumah singgah bagi mahasiswa daerah. Ini bagi mereka yang menempuh pendidikan di luar Kabupaten Bekasi baik melalui Program Banpin maupun studi umum.

UKS Jangkar

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq mengatakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat menjadi jangkar yang menghubungkan satuan pendidikan dengan layanan kesehatan. Ini termasuk Puskesmas sebagai pelaksana program pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) Sekolah.

Pada tahun ini, katanya, program PKG Sekolah bagi anak usia sekolah dan remaja tidak berhenti pada pemeriksaan. Mereka dilanjutkan dengan tata laksana dan penanganan hasil pemeriksaan.Pemeriksaan kesehatan harus terintegrasi dengan lingkungan pendidikan dan mendukung pembentukan perilaku hidup sehat sejak dini.

“Pemerintah berupaya mengoptimalkan peran UKS menjadi semacam jangkar yang menghubungkan dengan Puskesmas.Harapannya, bisa memastikan pelaksanaan PKG berjalan baik. Tapi sekolah perlu ada PIC,” ujar Fajar. Menurut Fajar, kolaborasi tersebut penting, karena kesehatan peserta didik berhubungan dengan kesiapan mengikuti pembelajaran.

Dengan demikian, lanjutnya, hasil pemeriksaan kesehatan dapat ditindaklanjuti melalui lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat. Dia memberi contoh, SMP Negeri 5 Kota Bogor memiliki budaya sehat dan pernah meraih Juara I Lomba Sekolah Sehat tingkat Provinsi Jawa Barat.

  • Beasiswa

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.