Kowani Serukan Perempuan Jadi Penjaga Perdamaian dan Nilai Kemanusiaan

Selasa, 22 Sep 2026, 02:15 WIB

Jakarta - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) mendorong perempuan untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kemanusiaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun kehidupan yang damai.

" Kowani memandang perempuan mempunyai kedudukan penting sebagai pendidik pertama, penjaga nilai kemanusiaan, perawat kehidupan, penggerak keluarga, pemimpin masyarakat, sekaligus pembangun perdamaian," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin (21/9) malam.

Ket. Foto: Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto (tengah) di sela kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (21/9). — Sumber: Antara

Pernyataan tersebut disampaikan Nannie saat menghadiri kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin malam, dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional.

Menurut dia, perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Perempuan memiliki posisi strategis karena berperan sebagai pendidik pertama dalam keluarga sekaligus penjaga nilai kemanusiaan," katanya.

Nannie menegaskan peran tersebut semakin penting di tengah masih terjadinya kekerasan terhadap perempuan, berbagai persoalan dalam keluarga, serta maraknya konten di ruang digital yang dinilai kurang mendidik.

Oleh karena itu, Kowani terus mendorong perempuan menjadi agen perdamaian yang mampu mencegah kekerasan, membangun dialog, merawat persaudaraan, dan memperkuat ketahanan keluarga.

"Peran Kowani sebagai dirigen atau koordinator organisasi-organisasi perempuan tentu menjadikan kami sebagai agen perdamaian. Kami berupaya mencegah kekerasan, membangun dialog untuk merawat persaudaraan, memperkuat ketahanan keluarga, dan menanamkan nilai persatuan kepada generasi penerus," kata Nannie.

Kegiatan Renungan Malam untuk Perdamaian Dunia juga diisi dengan doa lintas agama untuk mendoakan perdamaian dunia dan Indonesia.

Nannie menegaskan doa lintas agama tersebut menjadi wujud kebersamaan untuk memperkuat persaudaraan dan semangat kemanusiaan tanpa mengesampingkan tata ibadah serta keyakinan masing-masing.

"Kita berdoa sesuai keyakinan masing-masing, tetapi berdiri dalam satu semangat kemanusiaan, satu cinta kepada NKRI, dan satu harapan untuk perdamaian," ujar Nannie.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.