Proyek Jembatan Tegal Alur Jakbar Tetap Bergerak, Komponen Kini Masuk Pabrikasi

Selasa, 22 Sep 2026, 02:35 WIB

JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menegaskan bahwa pembangunan proyek jembatan di Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, tidak dihentikan melainkan komponennya sedang difabrikasi.

Lurah Tegal Alur Achmad Bayhaki menjelaskan, saat ini proses pembuatan bagian struktur jembatan tengah dilakukan di workshop, sehingga tidak terlihat aktivitas pengerjaan di lokasi.

Ket. Foto: Pembuatan komponen jembatan yang menjadi akses warga Jalan Warung Pojok, RT2/RW2, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (21/9). — Sumber: Antara foto

“Tidak ada yang dihentikan. Pembuatan jembatannya sedang difabrikasi di workshop, jadi tidak dibuat di lokasi langsung,” kata Bayhaki saat dikonfirmasi, di Jakarta, Senin (21/9).

Ia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan di lokasi sebelumnya berupa pembangunan fondasi dan tahapan tersebut telah diselesaikan.

Menurut Bayhaki, berdasarkan informasi dari pihak Adhi Karya, proses pemasangan atau erection jembatan di lokasi dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan ini.

“Mudah-mudahan minggu ini sudah mulai terpasang,” katanya lagi.

Sebelumnya, sejumlah warga sempat mengeluhkan pembangunan jembatan yang disebut berhenti. Menurut warga, pengerjaan hanya berlangsung selama sepekan yang meliputi pembangunan bronjong untuk fondasi di kedua sisi.

“Kalau ibaratnya kemarin mereka (pemerintah) bilang dua minggu jadi. Sedangkan ini sudah tiga minggu tidak jadi-jadi. Setelah ramai, ada pengerjaan, tapi setelah itu dibiarin begitu saja,” ujar warga setempat, Irwansyah saat ditemui di lokasi, Senin.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga harus memutar untuk menuju sejumlah lokasi, termasuk pasar dan makam yang sebelumnya dapat diakses melalui jembatan bambu.

Irwansyah mengatakan akses tersebut cukup penting, karena tidak seluruh warga memiliki kendaraan bermotor. Menurut dia, waktu tempuh berjalan kaki menuju pasar kini bisa mencapai sekitar 10 hingga 15 menit.

“Harapan warga, ya ini akses jembatan cepat jadi, karena ini akses buat ke pasar sama ke makam lebih dekat. Harusnya kalau jembatan belum jadi, jembatan bambu jangan dirobohin dulu supaya akses warga tidak makin susah,” katanya pula.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.