BBPOM Makassar Jemput Bola! Layanan Sertifikasi Keliling Dorong UMKM Naik Kelas

Senin, 31 Agu 2026, 05:58 WIB

MAKASSAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar menghadirkan Layanan Sertifikasi dan Informasi Keliling (Starlink) untuk memperluas akses pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap perizinan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

"Starlink merupakan pengembangan inovasi Pedang Puang Basok yang mengintegrasikan layanan jemput bola, pendampingan secara hybrid melalui layanan luring dan daring," kata Kepala BBPOM Makassar Yosef Dwi Irwan di Makassar, Minggu.

Ket. Foto: Flyer program inovasi BPOM melalui STARLING untuk mendorong UMKM naik kelas. — Sumber: Antara foto/HO-BBPOM Makassar

Dia mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah atau Academia-Business-Government (ABG). Sementara inovasi tersebut dihadirkan untuk menjawab berbagai kendala yang selama ini dihadapi UMKM dalam mengurus izin edar, mulai dari anggapan proses yang sulit, lama dan mahal hingga keterbatasan literasi digital.

Berdasarkan data BPS tahun 2023, di Sulawesi Selatan terdapat 123.926 UMKM, di mana 60.261 atau 48,62 persen bergerak di bidang pangan. Namun yang telah memiliki izin edar BPOM masih sangat rendah, baru sekitar 324 pelaku usaha.

Menurut Yosef, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perubahan pola pelayanan dari yang sebelumnya cenderung pasif menjadi lebih proaktif dan responsif terhadap kebutuhan pelaku usaha.

"Melalui Starlink, layanan pendampingan izin edar BPOM diberikan secara lebih proaktif, fleksibel dan sesuai kebutuhan masing-masing sasaran, apakah industri besar, UMKM maupun akademisi di perguruan tinggi," katanya.

Yosef menegaskan, izin edar BPOM tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan administratif dalam menjamin keamanan dan mutu produk, tetapi juga dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi pelaku usaha.

Legalitas tersebut, lanjut dia, dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas jejaring pemasaran dan pada akhirnya mendorong peningkatan omzet UMKM.

Dampak Starlink terlihat dari meningkatnya jumlah UMKM yang mengakses layanan pendampingan.

Berdasarkan data BBPOM Makassar diketahui hingga 2025 tercatat 369 UMKM telah mengikuti pendampingan, kemudian meningkat menjadi 437 UMKM hingga Juni 2026.

Peningkatan pendampingan tersebut turut mendorong kenaikan jumlah Nomor Izin Edar (NIE) yang diterbitkan. Dari 2.509 NIE hingga 2025, jumlahnya meningkat menjadi 3.084 NIE hingga Juni 2026.

Berdasarkan data tersebut, jumlah NIE bertambah sebanyak 575 izin atau sekitar 22,92 persen dibandingkan capaian hingga 2025. Angka 122,91 persen yang tercantum dalam bahan informasi tidak sesuai dengan perhitungan kenaikan dari 2.509 menjadi 3.084 NIE.

Dampak layanan juga tercermin dari survei terhadap pelaku usaha yang telah memperoleh izin edar BPOM. Sebanyak 94,9 persen responden menilai pendampingan Starlink sangat baik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.