Gobena dan Jepchirchir Juara Sydney Marathon 2026, Rekor Lintasan Pecah

Minggu, 30 Agu 2026, 10:52 WIB

SYDNEY, AUSTRALIA — Pelari Ethiopia Addisu Gobena dan juara dunia asal Kenya Peres Jepchirchir tampil dominan dengan memenangi nomor putra dan putri Sydney Marathon 2026, Minggu (30/8). Gobena mencuri perhatian setelah memecahkan rekor lintasan, sedangkan Jepchirchir melengkapi koleksi gelar maraton mayor dengan kemenangan di Sydney.

Bagi Gobena, kemenangan tersebut menjadi gelar pertamanya dalam ajang World Marathon Majors (WMM). Pelari berusia 21 tahun itu menuntaskan lomba dalam waktu 2 jam 4 menit 42 detik, sekaligus memperbaiki rekor sebelumnya yang dibuat kompatriotnya, Hailemaryam Kiros, dengan catatan 2:06:06 pada tahun 2025.

Ket. Foto: Addisu Gobena merayakan kemenangan pada Sydney Marathon 2026 setelah memecahkan rekor lintasan dengan waktu 2:04:42. — Sumber: World Athletic

Gobena tampil sabar sepanjang sebagian besar lomba sebelum melancarkan serangan menentukan pada kilometer terakhir. Ia kemudian beradu sprint dengan rekan senegaranya, Chimdessa Debele, dan berhasil finis tiga detik lebih cepat dengan waktu 2:04:42. Debele berada di posisi kedua dengan 2:04:46, sedangkan pelari Lesotho, Tebello Ramakongoana, menempati peringkat ketiga dalam 2:04:57.

Menariknya, tujuh pelari terdepan berhasil finis di bawah rekor lama Kiros. Selain Gobena, Debele dan Ramakongoana, juara dunia Alphonce Simbu, Jemal Mekonnen, Kiros, serta Vincent Ngetich juga mencatat waktu di bawah 2:06:06.

Gobena sebelumnya merupakan atlet lempar lembing sebelum beralih ke lari jarak jauh pada 2023. Namanya mulai dikenal di pentas internasional setelah memenangi Dubai Marathon 2024. Tahun lalu, ia harus puas menjadi runner-up Sydney Marathon di belakang Kiros.

“Saya sangat bahagia. Tahun lalu saya finis kedua. Saya belajar dari kesalahan itu, pulang ke rumah, memperbaikinya dalam latihan, dan hari ini saya mampu tampil lebih baik sekaligus memecahkan rekor,” ujar Gobena.

Di nomor putri, Jepchirchir tampil nyaris tanpa tandingan. Juara dunia tersebut menyentuh garis finis di depan Sydney Opera House dengan waktu 2:18:31, unggul lebih dari tiga menit atas kompatriotnya, Irine Cheptai, yang finis kedua dalam 2:22:11. Pelari Ethiopia, Shure Demise, berada di posisi ketiga dengan 2:22:33.

Jepchirchir sempat membiarkan Priscah Cherono memimpin lomba pada fase awal. Cherono bahkan membuka jarak sekitar 20 detik pada kilometer ke-15 dan memperlebar keunggulan menjadi sekitar 30 detik ketika mencapai titik tengah lomba.

Namun, keunggulan itu perlahan terkikis. Jepchirchir dan Cheptai berhasil mengejar Cherono sebelum kilometer ke-28. Ketiganya masih berada dalam satu kelompok hingga melewati kilometer ke-30, sebelum Jepchirchir mulai meningkatkan kecepatan dan meninggalkan para pesaingnya.

Memasuki kilometer ke-35, Jepchirchir sudah sendirian di depan. Pada kilometer ke-40, keunggulannya atas Cheptai mencapai sekitar dua menit. Ia akhirnya menyelesaikan lomba dengan nyaman, hanya terpaut sembilan detik dari rekor lintasan putri milik Sifan Hassan, yang dibuat pada 2025 dengan waktu 2:18:22.

“Saya sudah mempersiapkan diri, tetapi ketika datang ke sini saya tidak yakin apakah bisa menang. Jadi, saya sangat senang dan bahagia,” kata Jepchirchir.

Ia juga mengakui karakter lintasan Sydney cukup berat. “Lintasannya sangat berbukit. Paruh pertama sangat sulit, tetapi paruh kedua sedikit lebih baik. Meski begitu, lomba ini sama sekali tidak mudah.”

Kemenangan di Sydney menjadi gelar World Marathon Major keempat bagi Jepchirchir. Sebelumnya, ia telah memenangi Boston, New York, dan London.

Sydney Marathon 2026 juga mencatat jumlah peserta terbesar sepanjang sejarahnya, dengan sekitar 40.000 pelari mengikuti lomba yang membentang sejauh 42,19 kilometer.

Rute spektakuler dimulai dari North Sydney, melintasi Sydney Harbour Bridge, melewati sejumlah kawasan ikonik kota, sebelum berakhir di pelataran Sydney Opera House. Ajang tersebut kini menjadi salah satu dari tujuh World Marathon Majors, sejajar dengan Tokyo, Boston, London, Berlin, Chicago, dan New York.

Pada nomor kursi roda putra, atlet Amerika Serikat Daniel Romanchuk keluar sebagai pemenang. Sementara itu, nomor putri dimenangi Manuela Schär dari Swiss, peraih tiga medali emas Paralimpiade.

Dengan kemenangan Gobena dan dominasi Jepchirchir, Sydney kembali menunjukkan statusnya sebagai panggung penting dalam kalender atletik dunia. Bagi Gobena, kemenangan tersebut menjadi penegasan bahwa kegagalan menjadi juara tahun lalu telah berubah menjadi bahan bakar untuk menciptakan sejarah baru.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.