• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gerai Ketiga Humble Baker ...

Gerai Ketiga Humble Baker Hadir di Duren Tiga dengan Konsep Lebih Sehat

Sabtu, 29 Agu 2026, 12:07 WIB

JAKARTA – Humble Baker resmi membuka gerai ketiganya di Jalan Duren Tiga Raya No. 28, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Gerai ini menjadi cabang terbesar Humble Baker saat ini dengan area yang lebih luas serta fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dua gerai sebelumnya.

Pembukaan gerai di Duren Tiga menjadi bagian dari ekspansi bisnis Humble Baker setelah sebelumnya membuka gerai pertama di kawasan Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan, dan gerai kedua di Anggrek Loka BSD, Tangerang Selatan.

Ket. Foto: Acara peresmian Humble Baker ketiga yang berada di Jalan Duren Tiga Raya No. 28, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Gerai ini menjadi cabang terbesar Humble Baker saat ini dengan area yang lebih luas serta fasilitas yang lebih lengkap dibandingkan dua gerai sebelumnya. — Sumber: Koran Jakarta - Haryo Brono

Gerai kedua di BSD dibuka pada April 2026 dengan konsep interior minimalis dan homey. Pembukaan tersebut dilakukan setelah Humble Baker mencatat pertumbuhan bisnis yang signifikan dalam satu tahun pertama operasionalnya.

Di bawah kepemimpinan Chef Ibnu Pratama sebagai CEO, Humble Baker tidak ingin menempatkan diri sekadar sebagai bisnis bakery. Perusahaan membawa misi untuk memberikan manfaat yang lebih luas melalui pemberdayaan karyawan, penggunaan pemasok lokal, serta mendorong perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.

“Semakin banyak pencapaian, semakin banyak manfaat yang bisa diberikan,” ujar Chef Ibnu pada kesempatan tersebut.

Menurut dia, perjalanan Humble Baker hingga berkembang menjadi tiga gerai tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut tidak hanya berupa investasi, tetapi juga waktu, tenaga, pengalaman, dan pengetahuan yang diberikan untuk membantu mengembangkan bisnis.

Chef Ibnu menilai pertumbuhan bisnis harus berjalan beriringan dengan peningkatan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat. Karena itu, ekspansi tidak semata-mata diarahkan untuk menambah jumlah gerai, tetapi juga memperluas dampak ekonomi yang dihasilkan.

Mengusung Konsep Artisan Bakery

Humble Baker sejak awal mengembangkan konsep artisan bakery dengan pendekatan produk berkualitas dan harga yang tetap dapat dijangkau masyarakat. Gerai pertamanya hadir dengan pilihan produk seperti sourdough, whole wheat bread, pumpkin doughnuts, dan berbagai jenis premium cake.

Konsep tersebut kemudian terus dikembangkan seiring bertambahnya gerai. Humble Baker tidak hanya menawarkan roti dan pastry, tetapi juga menghadirkan makanan dan minuman sehingga gerai dapat berfungsi sebagai tempat makan sekaligus ruang berkumpul.

Salah satu pembeda yang ditonjolkan Humble Baker adalah pengembangan produk dengan pilihan bahan yang dinilai lebih baik. Pendekatan tersebut antara lain terlihat dari produk donat gandum yang menjadi salah satu menu andalan.

Berbeda dari donat pada umumnya yang menggunakan tepung dan gula sebagai bahan utama kemudian digoreng, Humble Baker menggunakan gandum kasar dan gandum halus serta mengolah donat melalui proses pemanggangan.

“Kalau hanya menggunakan tepung dan gula, tentu pilihan nutrisinya kurang. Di Humble Baker kami menambahkan gandum, baik gandum kasar maupun gandum halus. Donatnya juga tidak digoreng, tetapi dipanggang,” jelas Chef Ibnu.

Produk tersebut dikembangkan sejalan dengan meningkatnya perhatian konsumen terhadap pilihan makanan yang lebih ringan. Pada Juni 2026, Humble Baker juga memperkenalkan Donat Gandum OG sebagai alternatif dessert berbahan dasar gandum.

Meski mengedepankan aspek bahan dan proses pengolahan, Chef Ibnu menekankan bahwa cita rasa tetap menjadi faktor penting. Humble Baker ingin menghadirkan pilihan yang lebih baik tanpa membuat konsumen merasa kehilangan kenikmatan saat mengonsumsi produk bakery.

“Kami ingin memberikan pilihan yang lebih sehat, tetapi tetap menjadi favorit dari sisi rasa,” katanya.

Konsep No Added Sugar

Selain donat gandum panggang, Humble Baker juga memperkenalkan konsep no added sugar atau tanpa tambahan gula pada produk-produknya.

Chef Ibnu menegaskan, istilah tersebut tidak berarti produk Humble Baker sama sekali tidak memiliki kandungan gula. Gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan.

“Kandungan gula secara alami masih dapat berasal dari bahan-bahan yang digunakan. Jadi tetap manis, tapi dari bahan alami,” kata Chef Ibnu.

Menurut dia, informasi mengenai komposisi produk perlu disampaikan secara tepat agar konsumen memahami perbedaan antara produk tanpa tambahan gula dan produk yang benar-benar bebas gula.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Humble Baker untuk menawarkan pilihan makanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen, tanpa mengesampingkan transparansi mengenai bahan yang digunakan.

Tak Hanya Roti dan Pastry

Selain produk bakery, Humble Baker menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman. Menu yang tersedia mencakup berbagai jenis sourdough, kue, pastry, hingga makanan berat atau main course.

Beberapa produk yang disebut menjadi pilihan antara lain sourdough dengan varian garlic dan cheese, pisang cokelat meses, kastengel, serta sejumlah varian bolu pisang.

Pilihan minumannya juga mencakup kopi dan non-kopi. Dengan kombinasi makanan, minuman, dan area duduk yang nyaman, Humble Baker mengembangkan konsep gerai yang tidak hanya melayani konsumen yang ingin membeli produk untuk dibawa pulang, tetapi juga pelanggan yang ingin makan dan berkumpul di lokasi.

Konsep tersebut telah terlihat sejak pembukaan gerai BSD. Cabang kedua tersebut mengusung interior minimalis dan suasana homey untuk keluarga, teman, maupun pasangan.

Function Room Berkapasitas hingga 100 Orang

Konsep gerai yang lebih multifungsi semakin terlihat di cabang Duren Tiga. Selain area restoran, Humble Baker menyediakan Function Room yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan hingga acara komunitas.

Shareholder Humble Baker Indrawan Nugroho mengatakan ruangan tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian dengan komposisi 60 persen dan 40 persen. Tata letak kursi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan acara.

“Ruangan ini bisa dibagi dua dengan komposisi 60-40 persen dan layout kursi bisa fleksibel. Kapasitasnya bisa sampai 100 orang,” ujar Indrawan.

Dengan fasilitas tersebut, gerai Duren Tiga dirancang bukan sekadar sebagai tempat membeli roti atau menikmati makanan dan minuman. Gerai juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan dan kegiatan dengan kapasitas yang lebih besar.

Lokasi Duren Tiga dipilih di kawasan yang memiliki aktivitas perkantoran dan kampus. Karena itu, konsep gerai dirancang terbuka, nyaman, dan dapat digunakan oleh berbagai kalangan.

Nama “Humble” sendiri ingin mencerminkan pendekatan yang sederhana dan terbuka. Perusahaan berupaya menciptakan ruang yang dapat dinikmati konsumen dengan kebutuhan yang beragam.

Pertumbuhan Bisnis Berbasis Manfaat

Sejak awal, Humble Baker diarahkan bukan hanya sebagai bisnis kuliner yang berorientasi pada penjualan. Perusahaan membawa misi untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Perusahaan dibangun dengan tujuan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang,” kata Chef Ibnu.

Misi tersebut diterapkan melalui beberapa aspek, termasuk pemberdayaan karyawan, penggunaan pemasok lokal, dan kontribusi terhadap perekonomian di sekitar gerai.

Pertumbuhan jumlah gerai dinilai memiliki efek berantai terhadap ekosistem bisnis. Semakin banyak cabang dibuka, semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan semakin besar pula kebutuhan terhadap bahan baku dari pemasok.

Humble Baker juga menilai kegiatan bisnis dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui kewajiban perusahaan dalam membayar pajak. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis diharapkan menghasilkan manfaat yang lebih luas di luar transaksi antara perusahaan dan konsumen.

Siapkan Ekspansi Berikutnya

Pembukaan gerai Duren Tiga bukan menjadi akhir dari agenda ekspansi Humble Baker. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah lokasi baru untuk memperluas jangkauan bisnis.

Chef Ibnu sebelumnya menyebut sejumlah wilayah yang menjadi sasaran ekspansi, antara lain Bekasi, Cibubur, kawasan SCBD, dan Serpong. Hingga akhir 2026, Humble Baker menargetkan pembukaan tiga gerai tambahan.

Rencana ekspansi tersebut melanjutkan strategi yang telah dilakukan perusahaan sejak membuka gerai kedua di BSD. Sebelumnya, Humble Baker juga telah menyampaikan rencana membuka enam cabang tambahan di sejumlah wilayah.

Dalam menentukan lokasi, masukan konsumen menjadi salah satu pertimbangan. Humble Baker memanfaatkan respons dan permintaan yang muncul di media sosial untuk mengetahui wilayah yang diharapkan konsumen menjadi lokasi gerai berikutnya.

Ekspansi juga diarahkan untuk menjaga konsistensi pengalaman pelanggan. Humble Baker ingin agar konsumen mendapatkan pengalaman yang relatif sama di setiap cabang, sehingga pelanggan tidak perlu datang ke lokasi tertentu hanya untuk menikmati produk atau fasilitas tertentu.

“Tujuannya ingin memberikan experience yang sama. Apa yang bisa dilakukan customer di satu lokasi, diharapkan juga bisa dilakukan di lokasi lainnya, sehingga customer tidak perlu jauh-jauh datang ke tempat tertentu,” jelas Chef Ibnu.

Dengan pembukaan gerai ketiga di Duren Tiga, Humble Baker kini memperluas model bisnisnya yang menggabungkan produk bakery, makanan dan minuman, ruang berkumpul, serta fasilitas untuk kegiatan.

Bagi perusahaan, ekspansi bukan hanya soal menambah jumlah gerai. Pertumbuhan bisnis juga diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, meningkatkan penggunaan produk dan pemasok lokal, serta menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi usaha.

Chef Ibnu mengatakan keberlanjutan ekspansi tetap membutuhkan dukungan konsumen. Menurutnya, keuntungan merupakan bagian penting agar perusahaan dapat terus membuka cabang dan mengembangkan bisnis.

“Untuk membuka cabang dan mengembangkan bisnis, tentu kami membutuhkan keuntungan. Karena itu, kami juga membutuhkan dukungan dari teman-teman semua, salah satunya dengan berbelanja di Humble Baker,” lanjut Chef Ibnu.

  • Jakarta Selatan
  • UMKM Lokal
  • Ekspansi Bisnis
  • bisnis kuliner
  • Gaya Hidup Sehat
  • Kuliner Jakarta
  • Humble Baker
  • Donat Gandum
  • Bakery
  • Duren Tiga
  • Donat Panggang
  • No Added Sugar
  • Artisan Bakery
  • Function Room
  • Produk Bakery

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Pegadaian Peduli, 480 Anak Ikuti Lomba Mewarnai di Jakarta Barat

Bantu Korban Bencana NTT, Kemenimipas Galang Donasi Rp1,8 Miliar

Resmi Dibuka di Lapangan Banteng! FLONA 2026 Hadirkan 6 Zona Ekoregion Nusantara

Squid Game: The Experience Hadir di Jakarta pada 16 Oktober, Pertama di Asia Tenggara

JIF Summit 2026 Resmi Ditutup: Jalin Koneksi Bisnis dan Tindak Lanjut Penandatanganan MoU

Trump Umumkan "Kesepakatan Minyak Terbesar dalam Sejarah Dunia" dengan Venezuela

Kepala DPMPTSP Sebut JIF Summit 2026 Bukan Cuma Soal Angka Investasi

JIF Summit 2026 Dorong Proyek Tanggul Laut NCICD Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Menpar Warning! Pariwisata Jangan Cuma Kejar Turis, Alam Harus Tetap Lestari

2 Jembatan Besar di Flores Rusak Parah, Menteri PU: Harus Selesai September & Tahan Gempa

Jangan Asal Pakai AI! Wamenkomdigi Soroti Risiko di Sektor Keuangan

BPJS Ketenagakerjaan Genjot Kepesertaan Pekerja Informal Lewat 3R

Amankan Ajang Merdeka Run di Jakarta, Polda Metro Jaya Siagakan 784 Personel

Sabtu, Samsat Keliling Polda Metro Jaya Hanya Buka di Depok, Tangerang dan Bekasi

Kemenpar Pasang Target Besar: Dieng Culture Festival Harus Bikin Wisata RI Makin Mendunia

Harga Emas Antam pada Sabtu (29/8) Anjlok Rp48.000 Menjadi Rp2,670 Juta/Gr

Dinas Pertanian Sumatera Selatan Sosialisasi Juknis Penyaluran Pupuk Subsidi ke Penyuluh

Terdata Desil 9, BPS Perbarui Data Warga Kulon Progo Timbul Jadi Desil 3

Komit Lestarikan Lingkungan, PT Angkasa Pura Tanam 14.000 Mangrove di Kubu Raya

Peter Cullen, Pengisi Suara Optimus Prime Meninggal Dunia di Usia 85 Tahun

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.