Nepal Bosah-baseh, 10.000 Keluarga Kehilangan Rumah, 389 Tewas

Jumat, 28 Agu 2026, 12:07 WIB

NEPAL – Bencana alam luar biasa berupa banjir superbandang membuat Nepal bosah-baseh alias hancur lebur. Sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dahsyat di Nepal, kata Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".

"Situasinya sangat parah dan menimbulkan kerusakan besar," kata juru bicara IFRC Tommaso Della Longa kepada CNN.

Ket. Foto: bencana dahsyat nepal — Sumber: ist

Ia mengatakan sedikitnya 10.000 keluarga diperkirakan kini tidak memiliki tempat tinggal, sementara upaya untuk menjangkau mereka masih sangat sulit karena jalan dan jembatan hancur, jaringan komunikasi terputus, dan sejumlah komunitas hanya dapat dijangkau menggunakan helikopter.

Kepada BBC, Kepala Delegasi IFRC di Nepal David Fisher mengatakan seluruh desa dan pasar hilang akibat banjir bandang yang mematikan tersebut.

Berdasarkan citra satelit, banjir kemungkinan dipicu oleh bongkahan es besar yang terlepas dari gletser Himalaya sekitar 20 kilometer (12,4 mil) di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Runtuhan tersebut membawa berton-ton es dan bebatuan jatuh ke Sungai Bhotekoshi di bagian bawahnya, sehingga menyebabkan banjir bandang besar secara tiba-tiba.

389 Tewas

Korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Nepal bertambah, menjadi 389 orang, menurut data yang diumumkan pihak kepolisian Nepal dan dilaporkan media setempat, Kamis (27/8).

Menurut laporan Ratopati, pihak kepolisian juga mengkonfirmasi setidaknya sebanyak 466 orang mengalami cedera.

DIstrik Chitwan mencatatkan jumlah korban tewas tertinggi dengan 137 korban yang dievakuasi dari wilayah tersebut. Nawalparasi Timur mencatatkan jumlah tertinggi kedua dengan 87 korban tewas.

Korban tewas juga dilaporkan ditemukan di distrik Dhading, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, Nawalparasi Barat, dan Rasuwa.

Sementara itu, sebanyak 8.348 petugas kepolisian dikerahkan ke daerah-daerah terdampak untuk operasi penyelamatan dan bantuan bencana.

Sejumlah 18 personel kepolisian masih belum diketahui nasibnya, sementara pihak kepolisian masih terus melanjutkan operasi pencarian korban hilang.

Banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat melanda perbatasan Nepal-China pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat, dengan banjir yang berasal dari sisi Nepal menghantam gerbang perbatasan Gyirong Port di wilayah Gyirong, Tibet, China.

  • Banjir Bandang Nepal-Tibet

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.