Arab Saudi Konfirmasi Houthi Serang Riyadh dengan Rudal Balistik

Minggu, 20 Sep 2026, 18:10 WIB

JAKARTA - Arab Saudi mengonfirmasi kelompok pemberontak Houthi di Yaman mencoba menyerang ibu kota Riyadh menggunakan rudal balistik pada Sabtu. Serangan tersebut menjadi upaya pertama yang dilaporkan menargetkan Riyadh sejak eskalasi pertempuran dengan Houthi yang didukung Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi Houthi setelah upaya serangan pada waktu subuh. Koalisi menyebut serangan berhasil digagalkan dan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat serangan tersebut.

Ket. Foto: Arab Saudi mengonfirmasi kelompok pemberontak Houthi di Yaman mencoba menyerang ibu kota Riyadh menggunakan rudal balistik pada Sabtu. Serangan tersebut menjadi upaya pertama yang dilaporkan menargetkan Riyadh sejak eskalasi pertempuran dengan Houthi yang didukung Iran. — Sumber: The Korea Times

Sejumlah warga Riyadh dilaporkan mendengar suara ledakan saat upaya serangan berlangsung. Beberapa warga kemudian melihat kepulan asap di sekitar wilayah dekat bandara.

Koalisi pimpinan Saudi juga menyebut Houthi berupaya menyerang sejumlah infrastruktur sipil di beberapa wilayah lainnya. Lokasi yang disebut antara lain kota pelabuhan Yanbu di Laut Merah, Taif, Baysh, dan Farasan.

Yanbu menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena berada di kawasan Laut Merah dan menjadi titik ujung jalur pipa minyak utama Arab Saudi. Namun, koalisi tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai jenis serangan yang diarahkan ke sejumlah wilayah tersebut.

Sebelumnya, Houthi mengklaim telah menargetkan "lokasi sensitif" di Riyadh serta fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu. Kelompok tersebut juga menyatakan serangan ke Yanbu menyebabkan kebakaran besar, tetapi tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Aramco, perusahaan minyak terbesar di dunia, belum memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar terkait klaim serangan tersebut. Sementara itu, klaim mengenai serangan dan dampaknya belum dapat diverifikasi secara independen.

Juru bicara militer Houthi Brigjen Yahya Saree mengatakan kelompoknya menggunakan rudal jelajah, rudal balistik, dan drone dalam serangkaian serangan. Ia juga menuduh Arab Saudi berupaya menargetkan Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi.

Associated Press menyatakan tidak dapat memverifikasi klaim Houthi tersebut secara independen. Perkembangan ini terjadi ketika ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Pada Kamis, korban sipil pertama dalam rangkaian eskalasi tersebut dilaporkan terjadi setelah pertahanan sipil Saudi menyatakan puing-puing drone Houthi yang berhasil dicegat menewaskan seorang warga negara Yaman yang tinggal di Arab Saudi. Insiden tersebut menambah perhatian terhadap dampak serangan lintas batas terhadap penduduk sipil.

Ketegangan juga meningkat setelah Arab Saudi pada Rabu menyatakan Houthi mencoba menyerang Mekah menggunakan sebuah drone. Saudi mengatakan drone tersebut berhasil dicegat dan menyebut keamanan kota suci yang dikenal sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad sebagai "garis merah".

Houthi membantah keras tuduhan bahwa mereka mencoba menyerang Mekah. Bantahan tersebut muncul di tengah meningkatnya pertukaran serangan antara kelompok tersebut dan Arab Saudi.

Amerika Serikat yang merupakan sekutu dekat Arab Saudi sejauh ini mengisyaratkan tidak terlibat langsung dalam konflik dengan Houthi. Namun, sejumlah pejabat regional mengatakan Arab Saudi kekurangan rudal pencegat sehingga meminta dukungan pertahanan udara dari Prancis, Inggris, Pakistan, dan Mesir.

Di Yaman, pertempuran antara Houthi dan pemerintah yang didukung Arab Saudi serta diakui secara internasional juga semakin meningkat. Houthi dilaporkan bergerak cepat menyusuri pesisir Laut Merah Yaman lebih dari sepekan sebelumnya dan merebut kota pelabuhan penting Mokha serta sejumlah pulau di Selat Bab el-Mandeb.

Pergerakan tersebut meningkatkan pengawasan Houthi terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Houthi menyatakan serangan mereka hanya ditujukan terhadap kapal-kapal milik Arab Saudi.

Perkembangan di Yaman turut menandai meningkatnya kembali konflik yang sebelumnya relatif mereda selama sekitar empat tahun. Eskalasi tersebut juga berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan jalur pelayaran penting Laut Merah yang berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasar.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.