Sistem Tabela Memodernisasi Pertanian

Kamis, 27 Agu 2026, 01:35 WIB

TANGERANG - Sistem tabur benih langsung (tabela) mulai dikenalkan pertanian di Tangerang. Tujuannya untuk membantu modernisasi pertanian.

Langkah tabela mulai dijalankan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten. “Kami mengembangkan sistem tabur benih langsung untuk membantu modernisasi pertanian,” tutur Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono di Tangerang, Rabu.

Ket. Foto: Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono memberikan keterangan resmi terkait pengoptimalan pertanian di Kabupaten Tangerang, Banten. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Tangerang

Dia mengatakan bahwa pengembangan sistem ini terlebih dulu dilakukan uji coba pada lahan Demonstration Plot (Demplot) milik Kelompok Tani Klebet Pabuaran di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri sebagai bagian dari upaya peningkatan budidaya pertanian daerah. “DPKP selaku pelaksana program menginisiasi penanaman padi sawah varietas Ciherang di lahan seluas satu hektare, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Klebet serta Penyuluh Pertanian setempat,” jelasnya.

Dia melanjutkan, penanaman padi melalui sistem tabela di area demplot tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan Tahun Anggaran (TA) 2026.

Selain itu, langkah tersebut juga bagian dari upaya mendukung penerapan Pertanian Modern-Advances Agricultural System (PM-AAS). Sebab penerapan teknologi alat tanam tabela menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi bercocok tanam.

“Dengan sistem tanam benih langsung ini, petani dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya, sekaligus meningkatkan hasil produksi demi mewujudkan pertanian yang lebih modern dan berdaya saing,” tutur dia.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir menjelaskan bahwa demplot ini dapat menjadi sarana percontohan budidaya pertanian yang baik bagi masyarakat maupun kelompok tani dalam rangka mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Penanaman padi sawah melalui sistem tabela ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh petani di Kabupaten Tangerang. Biasanya, petani menanam padi secara tradisional dengan menyemai benih selama 20 hari sebelum ditanam. “Melalui tabela, benih cukup direndam selama satu hari kemudian ditabur menggunakan teknologi alat tabur,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa sistem tabela dinilai jauh lebih efisien dari segi waktu dan mampu memangkas biaya tanam secara signifikan. Dengan adanya penerapan teknologi ini, DPKP Kabupaten Tangerang menargetkan adanya lonjakan produktivitas hasil panen hingga mencapai 10 ton per hektare.

Ke depannya, selain di Desa Klebet, DPKP juga akan memperluas pelaksanaan demplot padi di berbagai lokus Desa Mandiri Pangan TA 2026 lainnya. 

  • metode Pertanian Modern

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.