Muncul Isu Penutupan Kedutaan AS di Russia Saat Direktur CIA Mendadak ke Moskow dan Putin Tandatangani Dekret Rahasia

Kamis, 27 Agu 2026, 00:00 WIB

MOSKOW - Di tengah kunjungan diam-diam Direktur CIA (Central Intelligence Agency), John Ratcliffe ke Moskow, beredar isu mengenai penutupan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Russia, yang juga bertepatan  dengan penandatanganan tiga dekret rahasia oleh Presiden Vladimir Putin.

Ratcliffe tiba di Moskow pada Selasa (25/8) menggunakan pesawat militer Amerika Serikat Boeing C-17 Globemaster III. Kedatangan pesawat itu lebih dulu terdeteksi melalui Flightradar24 setelah terbang dari Riga, Latvia. Saat itu, Kremlin mengatakan tidak memiliki informasi mengenai pesawat militer AS yang mendarat di Bandara Vnukovo. Belakangan, Kremlin mengonfirmasi bahwa Ratcliffe memang berada di Moskow dan melakukan pembicaraan dengan pejabat intelijen Russia. 

Ket. Foto: Pada hari yang sama dengan kedatangan diam-diam Direktur CIA John Ratcliffe (kanan), Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani tiga dekret bernomor 605, 606, dan 607 yang tidak dipublikasikan sehingga isi dan tujuan dekret masih belum diketahui. Dokumen yang dipublikasikan justru setelahnya, bernomor 608, 609, dan 610. — Sumber: Istimewa

Dari Kyiv Post, sementara itu pada hari yang sama,  Presiden Russia Vladimir Putin menandatangani tiga dekret yang tidak dipublikasikan bertepatan dengan kehadiran Ratcliffe ke Moskow. 

Ketiga dekret tersebut bernomor 605, 606, dan 607. Dokumen itu tidak tercantum dalam daftar terbuka portal resmi informasi hukum Russia sehingga isinya belum diketahui publik.

Keberadaan ketiga dekret tersebut diketahui dari penomoran dokumen lain yang diterbitkan pada hari yang sama. Setelah dekret 604 yang ditandatangani pada 24 Agustus, dokumen publik berikutnya adalah dekret 608, 609, dan 610. 

Dekret 608 hingga 610 antara lain mengatur pergantian duta besar Russia untuk Irak serta perubahan komposisi komisi yang menangani persoalan veteran dan penyandang disabilitas.

Belum ada bukti yang mengonfirmasi bahwa dekret 605, 606, dan 607 berkaitan dengan kunjungan Ratcliffe. 

Namun, tidak ada informasi terverifikasi yang menyatakan salah satu dekret tersebut memerintahkan penutupan Kedutaan Besar AS di Moskow.

Dan waktunya memicu spekulasi mengenai kemungkinan kaitannya dengan isu pertahanan, mobilisasi, keamanan, atau pembicaraan sensitif antara Russia dan Amerika Serikat. 

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pembicaraan Ratcliffe dengan rekannya di Russia tersebut merupakan bagian dari “kontak antara badan-badan keamanan”. Ratcliffe tidak bertemu langsung dengan Putin, tetapi presiden  diberi informasi mengenai hasil pembicaraan tersebut.

Pada hari yang sama, Putin menandatangani tiga dekret bernomor 605, 606, dan 607 yang tidak dipublikasikan sehingga isi dan tujuan dekret masih belum diketahui. Dokumen yang dipublikasikan setelahnya justru bernomor 608, 609, dan 610.

Situasi inilah yang kemudian memunculkan spekulasi di media sosial bahwa salah satu dekret rahasia tersebut mungkin berkaitan dengan hubungan Russia-Amerika Serikat, termasuk kemungkinan perubahan terhadap status Kedutaan Besar AS di Moskow.

Namun, belum ada bukti bahwa Putin memerintahkan penutupan Kedutaan Besar AS di Moskow. Informasi yang tersedia saat ini tidak menunjukkan adanya keputusan resmi mengenai penutupan tersebut.

Sebaliknya, situs resmi Kedutaan Besar AS di Russia masih mencantumkan layanan rutin dan layanan darurat bagi warga negara AS di Moskow.

Karena itu, isu penutupan kedutaan untuk saat ini masih berupa spekulasi yang muncul bersamaan dengan dua perkembangan yang memang terkonfirmasi: kunjungan rahasia kepala CIA ke Moskow dan penandatanganan tiga dekret Putin yang tidak dipublikasikan.

Belum diketahui apakah ketiga dekret tersebut berkaitan dengan pembicaraan Ratcliffe atau isu lain. Isi dokumen yang dirahasiakan itu juga belum diungkapkan oleh Kremlin.

  • Central Intelligence Agency (CIA)

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Hari ke-12 Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 925,638 Ton Bantuan.

Pemkot Bogor Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Landasan Membangun Kota

Gebrakan Baru Pemungutan Suara Makin Canggih! Pemkab Bangka Tengah Kaji Pilkades dengan Sistem E-Voting

Bulog Kejar Target! Serapan Gabah Nasional Kini Sudah Tembus 91 Persen

Karhutla Makin Mengkhawatirkan! Satu Pleton Brimob Dikerahkan ke Bengkayang

Infantino Didesak Mundur, Presiden European Leagues: Tak Ada Masa Depan di FIFA

Heboh Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Yusril Beri Penegasan Mengejutkan

Bouaddi Gabung Manchester City, Jadi Pemain Muda Termahal dalam Sejarah Premier League

Tragedi Mengerikan! Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan Tewaskan 14 Bayi

Viral Rizky Ridho Dicoret dari Skuad Timnas, PSSI Beri Klarifikasi Tegas

Di tengah Spekulasi Liar, Trump Sebut Kunjungan Mendadak Direktur CIA ke Russia Hanya Agenda Semi-Rutin

The Nun 3, Ed dan Lorraine Warren Dikabarkan Muncul untuk Wujudkan Semesta Conjuring

Muncul Isu Penutupan Kedutaan AS di Russia Saat Direktur CIA Mendadak ke Moskow dan Putin Tandatangani Dekret Rahasia

Kebijakan Moneter Dituntut Beri Dampak Nyata ke UMKM

Tanda-tanda Kuat Musim ke-3 'Lioness' di Paramount+ akan Berakhir Menggantung dan Berlanjut ke Season 4

KFC Tiongkok Luncurkan Edisi Terbatas Burger Ayam Oreo

Pemkot Tangerang Alokasikan Rp2,1 Triliun Wujudkan Kota Sehat

Malinau Tingkatkan Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Eliminasi TBC

Di Wealth Xpo 2026, CIMB Niaga Kenalkan Preferred BOSS, Solusi Terintegrasi bagi Pengusaha dalam Mengembangkan Bisnis dan Mengelola Kekayaan

Panas dan Keringat di Balik Helm Bisa Picu Ketombe, Ini Cara Mengatasinya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.