Pejabat Tinggi Korea Utara Kecam ASEAN Karena Menyerukan Denuklirisasi

Senin, 27 Jul 2026, 09:55 WIB

SEOUL - Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerang blok negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) karena berupaya mewujudkan semenanjung Korea yang bebas nuklir, menyebut posisi tersebut "bodoh dan tidak masuk akal."

Pada forum regional tahunan pekan lalu, ASEAN menyatakan "keprihatinan mendalam" atas pengembangan senjata nuklir yang terus dilakukan Pyongyang dan menekankan pentingnya dialog "untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang telah bebas nuklir."

Ket. Foto: Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyampaikan pidato saat pertemuan nasional melawan virus corona, di Pyongyang, Korea Utara, 10 Agustus 2022. — Sumber: AP

Korea Utara telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki program senjata nuklir dan rudal balistik, meskipun hal itu dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB. Negara itu mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusinya pada tahun 2023.

Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita pemerintah KCNA, Senin (27/7),Kim Yo Jong menyatakan "ketidakpuasan yang mendalam terhadap sikap bermusuhan yang terang-terangan dari forum tersebut yang mengikuti gembar-gembor AS tentang 'denuklirisasi'" dan mengabaikan konstitusi Korea Utara.

"Merupakan kegagalan dalam pemikiran strategis dan logika, serta perwujudan dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk tetap berpegang pada 'denuklirisasi Semenanjung Korea' yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis," katanya 

ASEAN harus waspada agar tidak "disalahgunakan sebagai corong bayaran bagi AS," tambahnya.

Pada bulan Juni, Kim Yo Jong -- tokoh kunci dalam komunikasi dan kebijakan luar negeri Korea Utara -- mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa program senjata nuklir Korea Utara adalah "garis tanpa mundur".

Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir "tak dapat diubah" sejak pertemuan puncak Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2019 gagal karena perbedaan pendapat mengenai cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

  • Korea Utara

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Karya Kreatif Indonesia Cukup Bantu UMKM Jakarta

Kementan Kawal SPHP Jagung, Peternak Dapat Kepastian Pakan

Optimalkan Produksi dan Distribusi dalam Jaringan SIG Group, SIG Pastikan Ketersediaan Pasokan Semen di Aceh

Perangi TBC, Pemkab Malinau Percepat Penanggulangan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor.

39 Pompa Air Seberat 12,9 Ton Tiba di Kaltim, Perkuat Penanganan Karhutla.

Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja

Hadapi Musim Kemarau, Stok Beras Gorontalo Utara Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun.

Kasus Kanker Bogor Naik 138 Persen, YKI Minta Warga Rutin Deteksi Dini.

Xavi Hernandez Janjikan Energi Baru untuk Timnas Belanda usai Gagal di Piala Dunia 2026

Martin Damm Tumbangkan Unggulan Pertama Daniil Medvedev di Winston-Salem Open

Cek Kesehatan Gratis 2025: 71,4 Persen Siswa Kota Bogor Berkebugaran Rendah

Bupati Aep Syaepuloh Dorong SDM Karawang Kompeten agar Mudah Terserap Industri.

Gunung Semeru Ditutup Total untuk Pendakian Pasca Kebakaran di Ranu Kembang

Leipzig Rekrut Kembali Christopher Nkunku dari AC Milan dengan Status Pinjaman

Hari ke-12 Penanganan Gempa NTT, TNI Kirim 925,638 Ton Bantuan.

Pemkot Bogor Jadikan Keteladanan Nabi Muhammad SAW Landasan Membangun Kota

Gebrakan Baru Pemungutan Suara Makin Canggih! Pemkab Bangka Tengah Kaji Pilkades dengan Sistem E-Voting

Bulog Kejar Target! Serapan Gabah Nasional Kini Sudah Tembus 91 Persen

Karhutla Makin Mengkhawatirkan! Satu Pleton Brimob Dikerahkan ke Bengkayang

Infantino Didesak Mundur, Presiden European Leagues: Tak Ada Masa Depan di FIFA

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.