- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pejabat Tinggi Korea Utara...
Pejabat Tinggi Korea Utara Kecam ASEAN Karena Menyerukan Denuklirisasi
Senin, 27 Jul 2026, 09:55 WIBSEOUL - Kim Yo Jong, saudari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyerang blok negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) karena berupaya mewujudkan semenanjung Korea yang bebas nuklir, menyebut posisi tersebut "bodoh dan tidak masuk akal."
Pada forum regional tahunan pekan lalu, ASEAN menyatakan "keprihatinan mendalam" atas pengembangan senjata nuklir yang terus dilakukan Pyongyang dan menekankan pentingnya dialog "untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang telah bebas nuklir."
Korea Utara telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki program senjata nuklir dan rudal balistik, meskipun hal itu dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB. Negara itu mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusinya pada tahun 2023.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita pemerintah KCNA, Senin (27/7),Kim Yo Jong menyatakan "ketidakpuasan yang mendalam terhadap sikap bermusuhan yang terang-terangan dari forum tersebut yang mengikuti gembar-gembor AS tentang 'denuklirisasi'" dan mengabaikan konstitusi Korea Utara.
"Merupakan kegagalan dalam pemikiran strategis dan logika, serta perwujudan dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk tetap berpegang pada 'denuklirisasi Semenanjung Korea' yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis," katanyaÂ
ASEAN harus waspada agar tidak "disalahgunakan sebagai corong bayaran bagi AS," tambahnya.
Pada bulan Juni, Kim Yo Jong -- tokoh kunci dalam komunikasi dan kebijakan luar negeri Korea Utara -- mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa program senjata nuklir Korea Utara adalah "garis tanpa mundur".
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir "tak dapat diubah" sejak pertemuan puncak Kim Jong Un dengan Presiden AS Donald Trump pada tahun 2019 gagal karena perbedaan pendapat mengenai cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi.
- Korea Utara
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kasus HIV di Karawang Tinggi, Dinkes: Disumbang Maraknya Perilaku Gay
-
Dua Penghargaan Internasional Disabet Bandara Supadio
-
Para Pemimpin Negara Bagian Sepakat Hanya Warga Negara Australia yang Boleh Memiliki Senjata Api Setelah Serangan Bondi
-
Gass, Tiket Lebaran Masih Tersedia 98 Ribu Kursi
-
396 Tenaga Kesehatan Cadangan Dikerahkan ke Wilayah Bencana Aceh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.