KA Malabar Tabrak Truk Mogok di Atas Rel Klaten, Tiba di Malang Terlambat 297 Menit

Kamis, 27 Agu 2026, 18:25 WIB

SURABAYA — Perjalanan sejumlah kereta api menuju wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mengalami keterlambatan pada Kamis (27/8/2026) setelah KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang tertemper truk di perlintasan sebidang JPL 295, petak jalan Srowot–Klaten, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.25 WIB. Berdasarkan laporan kepolisian, truk bermuatan pasir tersebut sempat mogok dan berhenti di tengah perlintasan. Pengemudi kemudian keluar dari kabin untuk menyelamatkan diri. Tidak lama kemudian, KA Malabar yang melaju dari arah Yogyakarta menabrak truk tersebut.

Ket. Foto: KAI menyatakan proses evakuasi sarana akibat kecelakaan telah selesai. Setelah jalur dapat kembali digunakan, perjalanan kereta api dilakukan secara bertahap dengan pemantauan kondisi operasional di lapangan. — Sumber: Istimewa

Benturan menyebabkan lokomotif KA Malabar mengalami anjlok pada dua as dan mengalami kerusakan di bagian depan. Truk yang tertemper juga mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Insiden itu membuat jalur hulu pada petak Srowot–Klaten untuk sementara tidak dapat dilalui perjalanan kereta api. Petugas KAI kemudian melakukan evakuasi sarana serta normalisasi jalur. Proses evakuasi akhirnya selesai dan perjalanan kereta api diatur kembali secara bertahap.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan yang terjadi.

“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi. Gangguan operasional di wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan sejumlah KA sehingga diperlukan pengaturan perjalanan dan koordinasi secara bertahap untuk memastikan perjalanan dapat kembali berlangsung dengan aman,” ujar Mahendro.

Dampak gangguan tersebut dirasakan sejumlah perjalanan KA yang menuju wilayah Daop 8 Surabaya.

KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang, yang terdampak langsung kecelakaan, tercatat berada di Stasiun Palur pada pukul 06.48 WIB dengan keterlambatan 297 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 11.49 WIB.

Selain Malabar, PLB 84B Sancaka relasi Yogyakarta–Surabaya Gubeng berada di Stasiun Madiun pada pukul 09.41 WIB dengan keterlambatan 63 menit dan diperkirakan tiba di Surabaya Gubeng pukul 11.50 WIB.

PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang berada di Stasiun Walikukun pada pukul 09.48 WIB dengan keterlambatan 35 menit dan diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 14.25 WIB.

Sementara itu, KA 278 Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Surabaya Kota berada di Stasiun Kedunggalar pada pukul 09.46 WIB dengan keterlambatan 50 menit dan diperkirakan tiba di stasiun tujuan pukul 13.19 WIB.

Gangguan di petak Srowot–Klaten juga berdampak terhadap perjalanan Commuter Line Yogyakarta. Pada pagi hari, perjalanan KRL sempat mengalami pengaturan berupa pergantian keluar dan masuk antarestasiun selama proses normalisasi jalur berlangsung.

KAI menyatakan proses evakuasi sarana akibat kecelakaan telah selesai. Setelah jalur dapat kembali digunakan, perjalanan kereta api dilakukan secara bertahap dengan pemantauan kondisi operasional di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan kepada KAI. Kami memahami bahwa keterlambatan perjalanan dapat memengaruhi rencana pelanggan. Karena itu, petugas terus berupaya melakukan penanganan dan koordinasi secara optimal agar perjalanan dapat kembali normal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” kata Mahendro.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Layanan tersebut disesuaikan dengan durasi keterlambatan, antara lain berupa minuman, makanan ringan, dan/atau makanan berat.

KAI mengimbau pelanggan untuk memperhatikan informasi terbaru dari petugas di stasiun maupun kereta serta kanal informasi resmi KAI karena estimasi waktu kedatangan dapat berubah mengikuti kondisi operasional.

Hingga Kamis siang, koridor Yogyakarta–Solo dilaporkan kembali beroperasi normal setelah proses penanganan kecelakaan dan evakuasi sarana selesai dilakukan.Alternatif judul:

  • Kecelakaan Kereta Api

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PTPN III dan BRIN Perkuat Riset dan Inovasi untuk Dorong Swasembada Pangan

Pelaku Ekonomi Kreatif Solok Makin Cuan? Kemenekraf Gelar Pelatihan Periklanan

Kebakaran Hebat Terjadi Hari Ini, Api Lahap Pabrik Plastik di Kabupaten Serang, Picu Kepanikan Warga

Schneider Electric Perkenalkan Altivar HVAC ATH600, Dorong Efisiensi Energi Bangunan

Hakim Tolak Perlawanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Operasi Penerjunan 40 Tim Alfa TNI Buru Titik Api di Taman Nasional Way Kambas

Kolaborasi Indosat dan Komdigi Buka Jalan Talenta Digital Papua

Komisi XI DPR setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dan Aida Budiman Jadi DGS Periode 2026-2031

Hampir 1.400 Orang Hilang dan Ratusan Korban Tewas dalam Banjir Bandang Nepal-Tibet

IHSG Hari Ini Bangkit Saat Risiko Domestik Surut

KA Malabar Tabrak Truk Mogok di Atas Rel Klaten, Tiba di Malang Terlambat 297 Menit

Festival Film Desa Dapat Fasilitas Kemendes Jadi Gerakan Baru Dorong Ekraf Lokal Angkat Perekonomian Daerah

Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Data PCE Sesuai Konsensus

Kemenko Polkam Terima Aspirasi SP PLN: Isu Ketenagalistrikan Berdampak ke Stabilitas Nasional

11 Tahun J&T Express, Perkuat Teknologi Logistik dan Perluas Dampak Sosial

Jakmania Protes Kenaikan Harga Tiket, Resmi Boikot Launching Tim Persija

LG Buka Peluang Kreator Digital Raih Komisi Lewat Life’s Good Creator Club

Direktur CIA Mendadak Terbang ke Moskow, Beri Peringatan Keras Soal Ancaman Negara Baltik

Usia 61 Tahun, IKPI Tegaskan Peran Sebagai Jembatan Pemerintah dan Wajib Pajak

Tim Ahli Ungkap Dugaan Jebolnya Danau Glasial di Balik Banjir Dahsyat Nepal-Tibet

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.