Bali Makin Jadi Magnet Dunia, Penumpang Asing Dongkrak Trafik Bandara I Gusti Ngurah Rai
Rabu, 26 Agu 2026, 19:25 WIBDENPASAR â Pergerakan penumpang asing menjadi salah satu penopang utama trafik di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, menegaskan kuatnya daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional.
Kondisi ini menunjukkan pemulihan pariwisata Bali semakin ditopang pasar mancanegara, sehingga perlu diikuti penguatan konektivitas internasional dan kualitas layanan agar momentum tersebut berkelanjutan.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, melayani sebanyak 13,2 juta pergerakan penumpang selama periode Januari hingga Juli 2026.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati dalam keterangan yang diterima di Denpasar, Bali, Rabu (26/8), mengatakan proporsi terbesar disumbang oleh rute internasional sebanyak 8,5 juta penumpang, sedangkan domestik 4,7 juta penumpang.
Ia menyebutkan seluruh operasional penerbangan dan kebandarudaraan berjalan dengan lancar, serta pelayanan kepada pengguna jasa berjalan secara optimal.
"Sebagai pintu gerbang mobilitas udara di Bali, Bandara I Gusti Ngurah Rai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata, serta pergerakan masyarakat baik domestik maupun internasional," tuturnya.
Sementara, lalu lintas penerbangan di bandara, yang dikelola PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports tersebut mencapai 80 ribu pergerakan pesawat.
Jumlah tersebut terdiri atas 43 ribu penerbangan rute internasional dan 36 ribu penerbangan domestik.
Terkait pergerakan penumpang khususnya internasional, Nugroho mencatat rute penerbangan dari dan menuju Singapura menjadi yang terpadat mencapai 1,5 juta orang, disusul Kuala Lumpur, Malaysia, dengan 903 ribu penumpang.
Selanjutnya, kota-kota di Australia yakni Perth 687 ribu penumpang, Melbourne 630 ribu penumpang, serta Sydney 494 ribu penumpang.
Lalu lintas udara internasional di Bali dilayani oleh 44 maskapai nasional maupun asing yang terhubung ke 42 rute di 16 negara.
"Australia menjadi negara penghubung terbanyak dengan total 12 rute penerbangan," ucapnya.
Secara spesifik, pintu masuk udara Bali ini menerima kedatangan empat juta wisatawan mancanegara (wisman) hingga Juli 2026.
Data Kantor Imigrasi Ngurah Rai mencatat wisatawan asal Australia mendominasi dengan angka 1 juta orang atau menyumbang 25 persen dari total kunjungan, diikuti China 358 ribu orang, India 327 ribu orang, Korea Selatan 174 ribu orang, dan Britania Raya 172 ribu orang.
Sementara untuk penerbangan domestik, rute Cengkareng Jakarta menjadi yang tersibuk dengan 2,1 juta penumpang, diikuti Surabaya 738 ribu penumpang, Labuan Bajo 309 ribu penumpang, Makassar 258 ribu penumpang, dan Lombok Praya 253 ribu penumpang.
Secara keseluruhan terdapat 24 rute domestik yang dioperasikan oleh 11 maskapai.
"Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menjalankan peranan sebagai bandara hub, yakni menjadi penghubung penumpang mancanegara dan domestik ke berbagai destinasi di sekitarnya, termasuk di dalamnya destinasi tujuan wisata seperti Labuan Bajo dan Lombok," kata Nugroho.
"Tentunya, hal ini menjadi penegasan atas peranan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai salah satu simpul konektivitas penting Indonesia dan kawasan regional secara lebih luas," sambungnya.
Sedangkan, aktivitas pengangkutan logistik melalui Bandara Bali mencatatkan volume 67 ribu ton kargo, yang terbagi atas 50 ribu ton kargo internasional dan 17 ribu ton domestik.
Nugroho menyampaikan capaian penerbangan selama periode Januari hingga Juli 2026 menjadi pijakan pengelola untuk mempertahankan kelancaran operasional bandara.
"Catatan positif trafik periode ini menjadi momentum bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa bandara, serta untuk memastikan standar keamanan dan keselamatan penerbangan," tuturnya.
- penumpang pesawat
- Bandara Ngurah Rai
- Pariwisata Bali
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.