Polda Metro Jaya Gagas Program Bapak Asuh dan Sahabat Pelajar Demi Cegah Tawuran

Jumat, 18 Sep 2026, 13:55 WIB

JAKARTA - Polda Metro Jaya menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya mendeteksi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan anak. Program tersebut diperkenalkan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).

Kapolda menilai persoalan yang dihadapi pelajar perlu dikenali sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Langkah tersebut mencakup upaya mencegah perundungan, perselisihan yang berujung kekerasan, hingga ajakan tawuran yang dapat menyebabkan jatuhnya korban.

Ket. Foto: Polda Metro Jaya menggagas Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar sebagai upaya mendeteksi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan anak. Program tersebut diperkenalkan Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri di Balai Sarbini, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026). — Sumber: Polda Metro Jaya

"Yang kita bangun melalui program ini adalah sistem pencegahan sejak dini agar anak-anak kita tidak masuk situasi yang bisa merugikan masa depannya," kata Komjen Pol. Asep Edi Suheri.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian diminta memahami karakter lingkungan sekolah sekaligus dinamika yang dihadapi para siswa. Informasi mengenai kegiatan atau kondisi yang berpotensi membahayakan pelajar nantinya dapat menjadi dasar untuk meningkatkan pendampingan melalui koordinasi dengan sekolah dan orang tua.

Pendekatan yang dilakukan tidak berhenti pada pengenalan terhadap persoalan yang dialami anak, tetapi dilanjutkan dengan tindakan sesuai kebutuhan. Edukasi mengenai risiko pelanggaran hukum, pembinaan, serta pendampingan diharapkan dapat membantu pelajar memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan sebelum mereka terlibat lebih jauh.

Upaya pencegahan sejak dini juga dinilai penting untuk menjaga kesempatan anak dalam menjalani pendidikan dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan lingkungan yang lebih aman dan mendapat pendampingan, anak diharapkan tetap dapat belajar, mengembangkan bakat, serta mengejar cita-citanya.

Polda Metro Jaya juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga anak dari potensi persoalan. Orang tua, guru, masyarakat, dan kepolisian diharapkan tidak mengabaikan informasi terkait perundungan, kekerasan, maupun ajakan yang dapat membahayakan pelajar.

Potensi persoalan anak tidak hanya muncul di lingkungan sekolah, tetapi juga dapat berasal dari lingkungan pergaulan dan ruang digital. Karena itu, komunikasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat kepolisian diperlukan agar informasi mengenai risiko terhadap pelajar dapat segera ditindaklanjuti.

Melalui Program Bapak Asuh, Ibu Asuh, dan Sahabat Pelajar, Polda Metro Jaya mendorong pola pencegahan yang dilakukan lebih awal dan berkelanjutan. Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan perlindungan agar anak memiliki ruang yang aman untuk tumbuh dan mempersiapkan masa depannya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.