Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

28 Selasa, 25 Agu 2026, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN Doc: Antara
Ket. Para penumpang saat menaiki kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Jakarta — Pemerintah dinilai perlu melakukan uji ketahanan (stress test) secara menyeluruh terhadap dampak fiskal dari rencana pengambilalihan 60 persen porsi saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), agar risiko terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat dipetakan sejak awal.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman mengatakan, rencana penunjukan Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan sebagai pengelola utang KCIC di bawah pemerintah memang dapat menjadi penyangga awal. Namun, skema tersebut tidak serta-merta menghilangkan risiko fiskal.

Pemerintah berencana menunjuk PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII sebagai SMV Kementerian Keuangan untuk menjalankan mandat tersebut. Rencana itu tercantum dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan APBN (RAPBN) 2027.

“PT PII memang dapat menjadi buffer awal, tetapi tidak menghilangkan risiko fiskal,” kata Rizal di Jakarta, Senin (24/8).

Menurut dia, apabila tekanan keuangan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berlangsung dalam jangka panjang, beban tersebut pada akhirnya berpotensi kembali menjadi tanggungan pemerintah.

Risiko tersebut semakin besar apabila kemampuan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI dalam memenuhi kewajibannya terus melemah. KAI merupakan pemilik mayoritas saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memegang kendali proyek KCJB dari sisi Indonesia.

“Risiko dapat berpindah dari KAI ke PT PII dan pada akhirnya kembali ke pemerintah. Jadi, penjaminan lebih banyak mengubah waktu dan jalur munculnya beban, bukan menghapus risikonya,” ujarnya.

Rizal mengingatkan pemerintah agar mewaspadai efek domino terhadap neraca keuangan KAI. Apabila pendapatan KCJB tidak cukup untuk memenuhi kewajiban utang, tekanan terhadap KAI dapat meningkat dan berpotensi mengurangi ruang investasi perusahaan untuk mengembangkan layanan kereta reguler.

Dalam skenario yang lebih berat, pemerintah dapat menghadapi kebutuhan Penyertaan Modal Negara (PMN), tambahan modal bagi PT PII, hingga restrukturisasi utang.

Karena itu, penugasan PT PII sebaiknya dipandang sebagai penyangga risiko, bukan sebagai firewall yang sepenuhnya melindungi APBN.

“Pemerintah perlu transparan mengenai total potensi risiko fiskal (fiscal exposure) dan melakukan stress test atas skenario penumpang, kurs, pendapatan proyek, serta kemampuan bayar KAI,” kata Rizal.

Ia menilai risiko terbesar justru muncul ketika kewajiban terlihat kecil dalam jangka pendek, tetapi terus terakumulasi hingga menjadi beban fiskal yang besar pada masa mendatang.

Skema First Loss

Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027, pemerintah menjelaskan bahwa PT PII akan ditugaskan melakukan penjaminan bersama dengan menanggung porsi jaminan terlebih dahulu melalui skema first loss basis.

Untuk mengelola risiko tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, seperti pemantauan dan pengawasan berkala, pelaporan kinerja, koordinasi antara pemerintah dan BPI Danantara terkait dukungan yang dibutuhkan proyek KCJB, serta penguatan manajemen risiko internal PT KAI.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menilai skema first loss memang dapat menahan tekanan langsung terhadap APBN dalam jangka pendek karena PT PII akan menanggung klaim terlebih dahulu.

Namun, menurut dia, risiko tersebut pada dasarnya tetap berada di sektor publik karena modal PT PII berasal dari negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Rentan Terkoreksi - 28 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Rentan Terkoreksi - ...
Olahraga
Hasil Piala Liga: Arsenal K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

Indonesia Akan Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah untuk Impor Langsung

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.