Permintaan Pasar Nusantara Stabil, Harga Ternak Sapi di Gorontalo Utara Tetap Tinggi
Selasa, 25 Agu 2026, 12:19 WIBGORONTALO â Harga ternak sapi di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, tetap tinggi meski musim kemarau melanda wilayah pesisir Utara ini.
"Musim kemarau tidak mempengaruhi harga ternak sapi. Sejauh ini harga ternak sapi potong tetap tinggi," kata Medik Veteriner Ahli Muda Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gorontalo Utara drh Yeni Retno Wati di Gorontalo Utara, Senin (24/8).
Menurutnya, tingginya harga ternak sapi di daerah itu, dipicu stabilnya permintaan pasar Nusantara seperti dari Pulau Kalimantan.
"Alhamdulillah, permintaan ternak sapi di daerah ini masih cukup tinggi karena permintaan pasar Nusantara masih stabil. Kemarin (Minggu, 23/8), pengiriman antar-pulau melalui Pelabuhan Nusantara Kwandang baru saja dilakukan. Ini membuat harga ternak sapi tetap tinggi," katanya.
Sementara harga daging sapi di daerah itu masih bertahan Rp150 ribu per kilo gram.
"Harga daging sapi masih tergolong tinggi, meski di wilayah perbatasan seperti pasar Biau dan Tolinggula, harga daging sapi sedikit lebih rendah di kisaran Rp140 ribu per kilo gram," katanya.
Lebih rendahnya harga tersebut karena penjualan daging masih bercampur dengan lemak/jaringan ikat di daging sapi yang dijual. Â
Sejauh ini kata Yeni, pihaknya terus mengedukasi peternak untuk menjaga kesehatan ternak sapi dengan baik, mengingat musim kemarau dipastikan turut mempengaruhi pakan dan minum ternak.
"Kualitas pakan dan minum harus tetap menjadi perhatian agar kualitas hidup ternak sapi tetap terjaga, serta untuk mencegah sapi terserang penyakit saat musim kemarau," katanya.
Jika mudah ditemukan, batang pisang bisa menjadi salah satu alternatif sumber pakan terbaik, sebab terdapat kandungan air yang cukup tinggi.
Pihaknya kata Yeni, terus mengedukasi masyarakat khususnya peternak untuk menjaga kualitas kesehatan ternak yang dimiliki.
Ternak sapi potong di daerah itu bervariasi tergantung ukuran atau bobot sapi, namun harga di tingkat peternak berkisar Rp7 juta sampai Rp10 juta per ekor sesuai bobot.
Peternak sapi di Kecamatan Tomilito Untuni mengatakan kendala yang dihadapi saat musim kemarau adalah harus menggembalakan ternak sapi yang dimiliki.
"Sumber air sudah jauh (sulitnya mencari air), apalagi sungai di wilayah ini mengering akibat musim kemarau," katanya.
Untuk memberi pakan dan minum, ia terpaksa menggembalakan ternak yang dimiliki, jauh dari pemukiman.
Setiap hari kata Untuni, ada 10 ekor sapi miliknya harus digembalakan jauh dari kandang, untuk mencari pakan hijau dan sumber air minum.
Ia berharap musim kemarau cepat berlalu, sebab kondisi tersebut menyulitkan mencari sumber air bersih, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas pertanian dan peternakan yang digeluti.
- harga sapi
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.