Pascakebakaran Desa Sade, ASITA NTB Siapkan Paket Wisata Alternatif Jelang MotoGP
Selasa, 25 Agu 2026, 18:45 WIBJAKARTA - Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan cara untuk memulihkan Desa Adat Sade di Lombok Tengah yang terbakar sekaligus wisata alternatif di provinsi tersebut.
Ketua DPD ASITA NTB Sellywati saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (25/8), mengatakan mereka menyiapkan paket wisata alternatif untuk mendorong kunjungan wisatawan sekaligus mendukung proses pemulihan Desa Adat Sade.
"ASITA NTB siap menyiapkan paket alternatif dengan mengarahkan wisatawan ke destinasi lain seperti Sukarara, Ende, dan Mandalika, sambil tetap mendukung proses pemulihan Sade," kata Sellywati.
Langkah tersebut merupakan dukungan ASITA NTB terhadap percepatan pemulihan aktivitas pariwisata di Desa Adat Sade. Asosiasi juga menggalang dana untuk diberikan langsung kepada masyarakat Desa Adat Sade.
"Bantuan dalam bentuk dana. Sampai saat ini kami masih menggalang dana karena rencana hari Kamis akan kami serahkan ke Desa Sade," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat DPD ASITA NTB Dewantoro Umbu Joka, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi  NTB untuk merumuskan langkah pemulihan pascabencana. Koordinasi tersebut akan dilakukan dengan melibatkan Asisten II Setda Provinsi NTB Lalu Faozal yang juga menjadi Ketua Tim Percepatan Pemulihan.
Meskipun terdapat desa wisata lain di provinsi tersebut untuk menjaga arus kunjungan wisata, Dewantoro menilai pemulihan Desa Adat Sade perlu menjadi perhatian.
"Meski demikian, pemulihan Sade tetap menjadi perhatian agar ikon budaya tersebut bisa segera kembali menyambut wisatawan," kata dia.
Kementerian Pariwisata pada Minggu (23/8) menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk pemulihan pariwisata Desa Adat Sade. Kementerian melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menyiapkan bantuan antara lain berupa dapur umum untuk mendukung kebutuhan makanan masyarakat yang terdampak.
Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata aset budaya yang tersisa serta melakukan upaya penyelamatan fisik dan nonfisik (mendokumentasikan cerita rakyat dan pengetahuan tradisional dari tetua adat untuk menjaga memori kolektif). Ant
- Desa Adat Sade di Lombok
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.