• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dari yang Paling Horor Hin...

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Minggu, 23 Agu 2026, 05:47 WIB

Franchise Insidious telah berkembang menjadi salah satu seri horor populer dengan mitologi yang semakin luas. Sejak film pertamanya dirilis pada 2011, waralaba ini telah menghasilkan lebih dari 700 juta dolar AS di box office global dan kini memasuki film keenam melalui Insidious: Out of the Further.

Dari Joblo, setiap film memperluas dunia The Further dengan aturan, karakter, dan ancaman baru. Namun, tidak semua film mendapatkan respons yang sama.

Ket. Foto: setiap film memperluas dunia The Further dengan aturan, karakter, dan ancaman baru. Namun, tidak semua film mendapatkan respons yang sama. — Sumber: Istimewa

Berikut peringkat keenam film Insidious, dari yang paling lemah hingga yang terbaik.

6. Insidious: Out of the Further (2026)

Film terbaru justru menempati posisi terakhir dalam daftar ini.

Insidious: Out of the Further memperkenalkan konsep baru berupa "kurir", yaitu manusia yang memiliki kemampuan membawa benda keluar-masuk The Further.

Gemma menjadi salah satu kurir tersebut dan kemudian menjadi sasaran para entitas yang ingin menggunakan dirinya sebagai jalan menuju dunia manusia.

Konsep tersebut sebenarnya membuka kemungkinan baru bagi mitologi Insidious. Namun, cerita dinilai terlalu rumit dan semakin jauh dari kekuatan utama franchise yang sebelumnya berpusat pada keluarga Lambert.

Film ini juga kembali menghadirkan Lin Shaye sebagai Elise Rainier, tetapi penggunaannya dinilai terlalu berlebihan dibandingkan fungsi karakternya dalam film-film sebelumnya.

Dengan alur yang semakin berbelit dan keputusan karakter yang dianggap kurang meyakinkan, Insidious: Out of the Further menjadi film yang paling mengecewakan dalam franchise ini.

5. Insidious: The Last Key (2018)

Insidious: The Last Key membawa penonton kembali ke masa lalu Elise Rainier.

Film ini berfungsi sebagai prekuel sekaligus memberikan latar belakang lebih jauh mengenai masa kecil Elise dan rumah tempat ia dibesarkan.

Salah satu daya tarik utamanya adalah KeyFace, sosok antagonis dengan desain yang mengerikan dan kemampuan mengunci suara korbannya.

Specs dan Tucker juga mendapatkan porsi lebih besar sehingga memberikan elemen humor di tengah cerita horor.

Namun, hubungan film ini dengan film pertama terasa dipaksakan. Secara keseluruhan, ceritanya juga dianggap lebih mengikuti formula horor yang sudah umum.

4. Insidious: Chapter 3 (2015)

Insidious: Chapter 3 merupakan prekuel yang berlangsung sebelum kisah keluarga Lambert.

Film ini menjadi titik ketika franchise mulai bergeser dari keluarga Lambert menuju karakter Elise Rainier, Specs, dan Tucker sebagai penghubung utama antarfilm.

Lin Shaye dan Leigh Whannell menjadi pusat cerita, tetapi absennya keluarga Lambert membuat hubungan emosional yang menjadi kekuatan dua film pertama terasa berkurang.

Premisnya tetap memiliki sejumlah adegan horor, tetapi film ini lebih terasa seperti film hantu konvensional.

Insidious: Chapter 3 juga menjadi debut penyutradaraan film panjang Leigh Whannell.

3. Insidious: The Red Door (2023)

Insidious: The Red Door kembali membawa keluarga Lambert ke pusat cerita setelah dua film prekuel sebelumnya.

Dalton, yang sebelumnya lebih banyak menjadi korban, kini mendapatkan peran yang jauh lebih aktif.

Film ini juga mempertemukan kembali Patrick Wilson dan Rose Byrne sebagai Josh dan Renai Lambert.

Wilson sekaligus melakukan debut penyutradaraan film panjang melalui film ini.

Meskipun menggunakan formula sekuel waralaba lama, The Red Door masih memiliki sejumlah gagasan menarik, terutama dalam mengembangkan hubungan antara Josh, Dalton, dan pengalaman mereka dengan The Further.

Kembalinya keluarga Lambert juga memberikan kembali hubungan emosional yang menjadi salah satu kekuatan franchise.

2. Insidious: Chapter 2 (2013)

Insidious: Chapter 2 pada dasarnya merupakan kelanjutan langsung dari film pertama.

Cerita dimulai dari konsekuensi Josh yang dirasuki di akhir Insidious. Keluarga Lambert kembali menghadapi ancaman supernatural, tetapi kali ini bahaya datang dari dalam keluarga mereka sendiri.

Film ini mengurangi sebagian misteri yang membuat film pertama begitu efektif karena mulai menjelaskan lebih banyak tentang mitologi dan masa lalu Josh.

Namun, ketegangan tetap terjaga karena keluarga Lambert tidak pernah benar-benar merasa aman.

Beberapa adegannya juga memiliki visual horor yang kuat, termasuk nuansa seperti The Amityville Horror ketika Josh yang berada di bawah pengaruh entitas supernatural mulai mengancam keluarganya.

Meski tidak mampu mempertahankan seluruh misteri film pertama, Insidious: Chapter 2 tetap menjadi salah satu sekuel terkuat dalam franchise ini.

1. Insidious (2011)

Film pertama tetap menjadi standar tertinggi franchise.

James Wan dan Leigh Whannell tidak sekadar membuat cerita tentang rumah berhantu. Mereka memperkenalkan konsep bahwa seseorang bisa menjadi sumber gangguan supernatural yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja.

Rumah bisa ditinggalkan. Namun, jika entitas tersebut mengikuti seseorang, berpindah rumah tidak akan menyelesaikan masalah.

Konsep The Further menjadi salah satu elemen paling menarik dalam film ini. Dalton Lambert terjebak dalam dimensi tersebut, sementara keluarganya berusaha menemukan cara untuk membawanya kembali.

Patrick Wilson dan Rose Byrne juga menjadi pusat emosional cerita sebagai Josh dan Renai Lambert.

Mereka tidak hanya menghadapi hantu, tetapi berusaha menyelamatkan anak mereka dengan bantuan Elise Rainier, Specs, dan Tucker.

James Wan memperkuat cerita dengan penggunaan kamera, ruang, pencahayaan, dan timing yang efektif untuk membangun ketegangan.

Beberapa adegan paling mengganggu dalam franchise juga berasal dari film pertama.

Yang paling berani adalah keputusan film ini untuk berakhir dengan cliffhanger besar, ketika ancaman justru belum sepenuhnya berakhir.

Menariknya, karakter Elise Rainier yang diperankan Lin Shaye kemudian berkembang menjadi salah satu tokoh utama franchise, meskipun nasibnya di film pertama sempat membuat penonton mengira kisahnya telah berakhir.

Dengan demikian, urutan keenam film tersebut menempatkan Insidious sebagai film terbaik, disusul Insidious: Chapter 2, Insidious: The Red Door, Insidious: Chapter 3, Insidious: The Last Key, dan terakhir Insidious: Out of the Further.

  • Film Horor

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.