Piala Super Jerman: Borussia Dortmund Siap Hentikan Dominasi Bayern Munich

Jumat, 21 Agu 2026, 07:01 WIB

DORTMUND — Borussia Dortmund dan Bayern Munich langsung berhadapan dalam laga bergengsi yang menjadi pembuka musim sepak bola Jerman. Di hadapan Yellow Wall di Signal Iduna Park, Sabtu (22/8), Dortmund berambisi memanfaatkan keuntungan kandang untuk menghentikan dominasi Bayern. Namun, tim juara Bundesliga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menjalani pramusim lebih meyakinkan. Adu strategi Niko Kovac dan Vincent Kompany pun menjadi salah satu kunci penentu pemenang di laga bertajuk Franz Beckenbauer Supercup 2026 itu.

Dortmund memiliki kesempatan membangun momentum sejak pertandingan pertama. Bermain di kandang sendiri membuat Dortmund diperkirakan tampil agresif sejak menit awal. Kovac membutuhkan permainan yang berani, tetapi tetap terukur, terutama ketika menghadapi tekanan tinggi Bayern.

Ket. Foto: Ilustrasi pertandingan Bayern Munich vs Borussia Dortmund. — Sumber: Istimewa

Serhou Guirassy akan menjadi tumpuan di lini depan. Striker tersebut diharapkan mampu memanfaatkan setiap ruang yang tercipta di belakang pertahanan Bayern. Julian Brandt dan Maximilian Beier juga memiliki peran penting untuk mempercepat transisi, sementara lini tengah harus mampu memenangkan laga agar Dortmund tidak terus berada dalam tekanan.

Kovac menyadari timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Performa pramusim Dortmund belum konsisten. Dari lima pertandingan, mereka hanya menang sekali, imbang sekali dan kalah tiga kali. Dalam laga terakhir, Dortmund harus bangkit dari ketertinggalan dua gol sebelum akhirnya bermain 2-2 melawan AS Roma.

“Kami ingin meneingkatkan diiri beberapa persen lagi dari tim ini,” ujar Kovac, menegaskan targetnya meningkatkan kualitas Dortmund sebelum musim kompetitif berjalan.

Situasi berbeda dimiliki Bayern. Tim asuhan Kompany datang dengan modal empat kemenangan dari lima laga pramusim. Kemenangan 3-1 atas RB Leipzig menjadi hasil terakhir sekaligus menunjukkan ketajaman lini serang mereka.

Kehadiran Luis Díaz memberikan dimensi baru dalam serangan Bayern. Pemain asal Kolombia itu langsung mampu memberikan pengaruh, sementara Jamal Musiala, Michael Olise dan Harry Kane tetap menjadi kombinasi berbahaya. Kecepatan pergerakan ketiganya dapat menyulitkan Dortmund apabila garis pertahanan terlalu tinggi.

Kompany ingin Bayern mempertahankan mental juara setelah musim lalu menyapu gelar Bundesliga dan DFB-Pokal. Namun, ia mengingatkan pemainnya agar tidak terlena.

“Kami tidak boleh memiliki sedikit pun kesombongan,” ujar Kompany. Bagi pelatih asal Belgia itu, keberhasilan musim lalu justru harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras.

Meski lebih meyakinkan dalam pramusim, Bayern tetap menghadapi persoalan kebugaran. Konrad Laimer mengalami masalah pada kaki atau lutut saat menghadapi Leipzig. Musiala juga sempat meninggalkan pertandingan karena gangguan sirkulasi dan rasa pusing, sedangkan Min-jae Kim mengalami masalah pada paha. Kondisi mereka menjadi perhatian sebelum pertandingan.

Secara historis, Bayern juga memiliki keunggulan. Dalam lima pertemuan Bundesliga terakhir, Bayern mencatat tiga kemenangan, Dortmund sekali menang dan satu laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir di Signal Iduna Park pada Februari lalu bahkan dimenangi Bayern 3-2. Sebelumnya, Die Roten juga menang 2-1 di Munich.

Namun, statistik tidak selalu menentukan Der Klassiker. Dortmund memiliki keuntungan psikologis berupa dukungan puluhan ribu suporter. Jika mampu mencetak gol lebih dulu dan menjaga intensitas pressing, Dortmund dapat memaksa Bayern bermain dalam situasi yang tidak nyaman.

Sebaliknya, Bayern kemungkinan memilih mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola dan pressing tinggi. Joshua Kimmich akan menjadi pengatur ritme, sementara Musiala dan Olise diharapkan bergerak di antara lini untuk membuka celah. Díaz dapat menjadi senjata tambahan dari sisi sayap, sedangkan Kane menunggu kesempatan di kotak penalti.

Laga ini juga akan menjadi pertarungan antara agresivitas Dortmund dan efisiensi Bayern. Dortmund harus menghindari kehilangan bola di area berbahaya karena transisi cepat Bayern dapat langsung menghukum mereka. Di sisi lain, Bayern harus mampu meredam energi awal tuan rumah dan Yellow Wall.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Jumlah Lahan Pertanian Terdampak Kekeringan di Parigi Moutong Mencapai 1.400 Ha

Jelang Kompetisi 2026–2027, Madura United Lakukan Pemusatan Latihan di Yogyakarta

Indonesia-Tiongkok Dorong Penyelesaian Kode Etik Laut Tiongkok Selatan

Tak Berizin, Kepolisian Resor Bangka Barat Hentikan Tambang Liar Bijih Timah di Kadur

Pemkab Pamekasan Kirim Bantuan Air Bersih ke Desa-desa Terdampak Kekeringan

Kabar Duka, Sineas Imam Tantowi Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun

BPBD Kotim: Kondisi Medan Buat Mobilisasi Personel Maupun Peralatan Pemadam Jadi Lebih Sulit

Wujud Kepedulian Sesama, BKKP Berikan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif

BMKG Prakirakan Sejumlah Wilayah di Indonesia Diguyur Hujan Ringan pada Sabtu (22/8)

Wamenko Bidang Pangan Tinjau Karhutla Kalteng, Simbol Kehadiran Pemerintah

Jangan Lupa Bawa Payung! BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Sabtu

Wamenko Pangan Tinjau Karhutla di Kalteng, Pemerintah Tegaskan Komitmen dalam Tangani Kebakaran

Jangan Cuma di Rumah! Ini 5 Rekomendasi Akhir Pekan di DKI, Ada Pameran Menarik

Berikut Lokasi SIM Keliling di Jakarta dan Sekitarnya pada Sabtu (22/8)

Singasari Expo IV Tahun 2026, Momentum Perkuat UMKM & Pelestarian Budaya Badung

Garuda Pertiwi U-16 Pastikan Tiket ke Final Piala Srikandi Merdeka

Rumah Sakit Lapangan Ruteng Beroperasi, Layani Operasi Warga Terdampak Gempa NTT

Sandy Walsh Nyaman Beradaptasi Bersama Persib Bandung

Rektor Unsoed Diduga Terima Rp1 Miliar, Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Maba

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.