• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Riset: 7 dari 10 Gen Z dan...

Riset: 7 dari 10 Gen Z dan Milenial Lebih Utamakan Harga daripada Lokasi Saat Pilih Co-living

Rabu, 07 Okt 2026, 17:07 WIB

JAKARTA — Tingginya harga rumah kerap dikaitkan sebagai alasan utama Gen Z dan Milenial memilih hunian sewa seperti co-living. Namun, beralih ke hunian sewa tidak membuat mereka berhenti berhitung. Riset terbaru yang dilakukan oleh penyedia hunian co-living modern, Cove, bersama platform riset Jakpat menemukan bahwa harga sewa yang sesuai anggaran menjadi pertimbangan utama Gen Z dan Milenial di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya.

Tak hanya besaran harga, biaya sewa yang sudah mencakup kebutuhan listrik, air, dan internet (all-in) juga menjadi salah satu faktor penentu utama. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda mengutamakan kepastian biaya di muka ketika menyewa hunian co-living guna memastikan pengeluaran bulanan tetap terkontrol sesuai anggaran.

Ket. Foto: Sebuah kamar hunian berkonsep co-living modern di Cove Kayoon, Bendungan Hilir. Riset terbaru Cove bersama Jakpat mengungkap 7 dari 10 Gen Z dan Milenial di kota besar utamakan harga sewa sesuai anggaran ketimbang lokasi saat pilih co-living. — Sumber: Cove

“Gen Z dan Milenial hari ini sangat cermat dalam berhitung, tapi memiliki kompromi yang rendah terkait kenyamanan, termasuk dalam urusan pemilihan hunian sewa. Sikap ini bukan semata karena besaran anggaran, namun karakter sebagai generasi,” jelas Country Director of Growth Cove, Dian Paskalis, melalui keterangan tertulis pada Selasa (7/10/2026).

Dian menambahkan, riset tersebut menunjukkan bahwa di kalangan responden dengan anggaran hidup menengah ke atas—yaitu di atas Rp7,5 juta per bulan—harga sewa yang sesuai anggaran tetap menjadi pertimbangan terbesar ketika mencari co-living, setara dengan kelompok lain yang memiliki anggaran hidup di bawah angka tersebut.

Harga dan Lokasi Jadi Pertimbangan Utama

Dalam menentukan co-living pilihan, generasi muda menaruh banyak perhatian pada nominal yang harus dibayarkan selama masa tinggal. Sebanyak 69 persen Gen Z dan Milenial di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya menyatakan bahwa harga sewa yang sesuai anggaran adalah pertimbangan nomor satu. Proporsi ini terbilang merata, di mana 7 dari 10 responden dari kalangan Gen Z maupun Milenial sama-sama memprioritaskan faktor tersebut di tengah gejolak harga properti.

Selain biaya sewa, pengeluaran harian seperti transportasi juga kerap menjadi perhitungan krusial. Temuan riset mencatat bahwa lokasi co-living yang strategis (58 persen) berada di urutan kedua sebagai pertimbangan terbesar bagi mereka.

Kendati demikian, terdapat perbedaan karakteristik antara kedua kelompok umur. Faktor lokasi strategis ternyata lebih banyak dipertimbangkan oleh generasi Milenial (64 persen) dibandingkan Gen Z (51 persen). Perbedaan ini disinyalir berkaitan dengan fase hidup; Gen Z yang mayoritas masih aktif berkuliah atau berada di awal karier cenderung lebih fleksibel dan mobile dalam beraktivitas, sementara Milenial umumnya sudah berada di tahap karier yang lebih mapan dengan rutinitas harian yang lebih tetap.

  • co living
  • Properti Indonesia
  • Cove Indonesia
  • Jakpat
  • Gen Z dan Milenial
  • Tren Hunian Sewa
  • Riset Properti

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.