Deteksi Dini Kekerasan Perempuan dan Anak, Polda Jateng Optimalkan Polisi RW
Jumat, 21 Agu 2026, 07:13 WIBSEMARANG - Polda Jawa Tengah (Jateng) mengoptimalkan peran polisi RW dalam upaya deteksi diri dugaan tindak pidana kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol. Latif Usman di Semarang, Kamis (20/8), mengatakan, sejumlah langkah pencegahan kekerasan perempuan dan anak telah dilakukan Polda Jawa Tengah.
Selain polisi RW, kata dia, Bhabinkamtibmas juga memiliki peran penting dalam upaya deteksi dini kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan membangun kepedulian bersama, termasuk memperkuat kehadiran polisi di lingkungan masyarakat dan satuan pendidikan," katanya.
Di lingkungan sekolah, kata dia, Polda Jawa Tengah juga menjalankan berbagai program seperti "Police Goes to School", Polisi Sahabat Anak, penyuluhan anti perundungan serta kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Langkah tersebut, lanjut dia, diarahkan untuk membangun lingkungan yang aman sekaligus meningkatkan keberanian anak dan masyarakat dalam mengenali serta melaporkan potensi kekerasan.
Menurut dia, Polda Jawa Tengah juga menyediakan kanal pengaduan dan respons cepat melalui layanan 110 dan Command Center dengan tetap memperhatikan kerahasiaan identitas pelapor.
Ia menjelaskan penanganan selanjutnya dilakukan dengan mengedepankan perlindungan dan kepentingan korban serta diperkuat melalui kolaborasi lintas sektoral.
Ia menegaskan perlindungan perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh.
"Deteksi dini, edukasi, kemudahan akses pengaduan, respons cepat, perlindungan korban dan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," katanya.
Ia menyebut perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama agar anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk aman dari paparan kekerasan di ruang digital.
- Deteksi Dini
- Polisi RW
- Polda Jateng
- Kekerasan Perempuan dan Anak
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Pecah Rekor 10 Kali Beruntun! Bangka Tengah Cetak WTP Lagi, tapi Bupati Algafry Ungkap Hal Mengejutkan Ini
-
Tak Selalu Stunting, Anak Bertubuh Pendek Bisa Dipicu Faktor Hormon dan Genetik
-
Menanti Data NFP di AS, 3 Juli 2026
-
Rekor MURI Ritual Haroa dengan dulang terbanyak
-
Pusat Operasi Mata Juling Dibuka, Deteksi Dini Strabismus pada Anak Jadi Perhatian
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.