NTB Bangun Rumah Sakit Lapangan untuk Korban Gempa di Manggarai Timur
Selasa, 18 Agu 2026, 14:38 WIBMATARAM -- Tim Solidaritas Kemanusiaan Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak menuju Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendirikan rumah sakit lapangan dan dapur umum bagi masyarakat terdampak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo.
"Sesuai hasil koordinasi, posko utama tim kemanusiaan NTB ditempatkan di Manggarai Timur. Di wilayah tersebut, mereka mendirikan rumah sakit lapangan dan dapur umum," kata Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik di Mataram, NTB, Selasa.
Ahsanul mengatakan tim kesehatan bergerak lebih dahulu menuju wilayah terdampak dempak. Tenaga medis juga disebar untuk memperkuat pelayanan sejumlah rumah sakit dan puskesmas di wilayah tersebut.
Para personel kesehatan disiapkan untuk mendukung operasional rumah sakit lapangan yang didirikan di Manggarai Timur. Sedangkan, tim dapur umum telah bergerak menuju pusat pengungsian untuk membantu memenuhi kebutuhan para penyintas gempa.
"Sementara itu, tim logistik melakukan penurunan bantuan di posko Manggarai Barat berupa air minum, beras, mi instan, dan berbagai kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manggarai Timur," ucap Ahsanul.
Lebih lanjut dia menyampaikan seluruh penyaluran bantuan logistik dikoordinasikan melalui Tim Tanggap Darurat Gempa NTT yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT.
Koordinasi tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disalurkan sesuai kebutuhan dan tepat sasaran serta menghindari penumpukan maupun bantuan ganda di lokasi tertentu.
"Laut memang memisahkan pulau-pulau kami, tetapi tidak pernah memisahkan rasa persaudaraan. Ketika NTT terluka, NTB datang membawa satu pesan sederhana: saudara tidak pernah dibiarkan menghadapi bencana sendirian," ujar Ahsanul yang menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB tersebut.
Pada 16 Agustus 2026, tim solidaritas kemanusiaan NTB yang terdiri atas personel dan perlengkapan medis, kebutuhan dapur umum, serta bantuan logistik berangkat menuju NTT melalui jalur darat dari NTB menuju Pelabuhan Sape di Kabupaten Bima.
Keterbatasan kapasitas kapal membuat rombongan menyeberang menuju Labuan Bajo dalam dua tahap yang masing-masing sekitar pukul 21.00 WITA dan 23.00 WITA.
Pada Selasa pagi (18/8), seluruh tim dari NTB telah berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat untuk menjalani pemeriksaan personel dan kelengkapan peralatan serta melakukan koordinasi pembagian tugas bersama Pemprov NTT.
Di halaman Kantor BPBD Manggarai Barat, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD NTB mendirikan posko transit sebagai pusat koordinasi, tempat transit, sekaligus lokasi pendistribusian logistik yang datang dari NTB maupun wilayah lainnya.
Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada Gubernur NTB dan seluruh masyarakat NTB atas kepedulian serta bantuan kemanusiaan yang diberikan untuk masyarakat Flores.
- Korban Gempa NTT
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Mengintip Program Ayah Idaman: Siasat Pemprov DKI Jakarta Kikis Angka Kurang Figur Bapak
-
Polisi Bubarkan Balap Liar yang Menutup Jalan Pemuda Pulogadung
-
Pemkot Bogor Dorong Penguatan dan Perluasan Akses Pendidikan
-
Pembekalan Siswa Baru dalam Menghadapi Era AI
-
Ketangguhan Inggris Diuji Mental Juara Argentina
-
Yayasan Jantung Indonesia: Penyakit Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.