Menperin Ungkap Penguatan Industrialisasi Diarahkan untuk Kemandirian Ekonomi

Minggu, 16 Agu 2026, 21:15 WIB

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan pemerintah berkomitmen memperkuat industrialisasi nasional. Hal ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Demikian disampaikannya saat menanggapi arahan pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI 2026. Kepala Negera menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi dan investasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ket. Foto: Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita — Sumber: Dokumentasi Kementerian Perindustrian

Menurut Agus, pesan Presiden mengenai pertumbuhan dan investasi semakin memperkuat posisi industri manufaktur sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Menurut dia, industrialisasi perlu dijalankan secara inklusif, berdaya saing, dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya di dalam negeri.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa pertumbuhan dan investasi bukanlah tujuan akhir, tetapi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar dia, Minggu (16/8). "Setiap investasi harus mampu menciptakan pekerjaan dan setiap kebijakan harus memperbaiki kehidupan masyarakat," imbuh dia.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, Agus menilai Indonesia perlu mengurangi ketergantungan kepada negara lain dalam memenuhi kebutuhan strategis. Penguatan struktur industri dari hulu hingga hilir dinilai dapat memperdalam penguasaan teknologi dan memperkuat rantai pasok domestik.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kita tidak boleh terlalu bergantung kepada negara lain untuk memenuhi kebutuhan strategis nasional. Karena itu, kita harus membangun struktur industri yang semakin dalam dan terintegrasi dari hulu sampai hilir," ungkap dia.

Penguatan industri tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur industri dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Kinerja industri pengolahan nonmigas menunjukkan pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor tersebut tumbuh 5,32 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi 18,50 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar dengan kontribusi mencapai 0,90 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa kebijakan Presiden yang memberikan keberpihakan kuat terhadap sektor industri telah menghasilkan dampak yang konkret," kata Menperin. "Manufaktur bukan hanya tumbuh, tetapi pertumbuhannya mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional."

Kementerian Perindustrian menerjemahkan arahan Presiden melalui Strategi Besar Industrialisasi Nasional atau SBIN. Ini mencakup penguatan struktur industri, percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah, produktivitas, daya saing, perluasan pasar, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Agus menjelaskan industrialisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, perkembangan industri juga harus memberikan dampak kepada tenaga kerja, pemasok bahan baku, IKM, logistik, teknologi, hingga ekspor.

“Industrialisasi harus menghasilkan multiplier effect yang luas," ujar dia. "Ketika sebuah industri tumbuh, yang berkembang bukan hanya pabriknya."

Aktivitas manufaktur nasional juga menunjukkan kondisi ekspansif berdasarkan sejumlah indikator industri pada Juli 2026. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Industri Manufaktur berada pada level 52,31, PMI Manufaktur Indonesia mencapai 50,2, dan Indeks Kepercayaan Industri berada pada level 53,10.

Ketiga indikator tersebut menunjukkan aktivitas industri nasional tetap berada pada zona ekspansif. Kondisi tersebut juga memperlihatkan pelaku industri masih memiliki optimisme terhadap prospek usaha. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.