Bukan Pelengkap! Perempuan dan UMKM Kini Jadi Mesin Ekonomi Sumbawa

Jumat, 07 Agu 2026, 19:55 WIB

MATARAM – Peran perempuan dan UMKM semakin terasa sebagai salah satu penggerak utama ekonomi. Saat semakin banyak perempuan terlibat dalam dunia usaha, peluang terciptanya lapangan kerja, inovasi, dan peningkatan pendapatan keluarga juga ikut membesar.

Apalagi UMKM terbukti lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi karena dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Ket. Foto: Pelantikan DPC Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2031, Jumat (6/8/2026). — Sumber: ANTARA/ Prokopim Sumbawa.

Dengan dukungan akses pembiayaan, pelatihan, dan pemasaran yang lebih luas, kolaborasi perempuan dan UMKM bisa menjadi kekuatan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata.

Bupati Sumbawa Jarot mendorong organisasi perempuan seperti Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjadi penggerak ekonomi dan UMKM guna mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

"Perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, terutama melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar dia pada pelantikan DPC IWAPI Kabupaten Sumbawa periode 2026-2031 melalui keterangan resmi yang diterima di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (7/8).

Jarot menegaskan pentingnya peran perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena menurutnya, keberhasilan sebuah usaha besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Ia menegaskan amanah yang diberikan kepada pengurus baru IWAPI bukan hanya sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan kepercayaan besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan, dunia usaha, serta masyarakat Kabupaten Sumbawa secara luas.

"Banyak perempuan di Kabupaten Sumbawa yang telah berkontribusi dalam mengembangkan berbagai usaha, mulai dari pengolahan pangan lokal, kuliner, kerajinan, tenun, hingga pemasaran produk melalui platform digital," kata Jarot.

Ia menekankan usaha kecil tidak boleh dipandang sebelah mata. Menurut dia, sektor UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, IWAPI diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan administratif, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, kolaborasi, inovasi, serta pendampingan bagi perempuan pengusaha agar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing usahanya.

"IWAPI harus menjadi rumah belajar, rumah kolaborasi, rumah inovasi, sekaligus rumah pendampingan agar UMKM benar-benar naik kelas," kata Bupati Sumbawa.

Jarot mengatakan Kabupaten Sumbawa memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat dikembangkan, di antaranya tenun khas Sumbawa, madu hutan, kopi Batu Lanteh, hasil perikanan, jagung, sapi, serta berbagai produk ekonomi kreatif lainnya.

Namun, menurutnya, tantangan saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan produk, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai tambah melalui inovasi, kemasan yang menarik, menjaga kualitas, memperluas pemasaran digital, serta membuka peluang agar produk lokal mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.

"Pemerintah memiliki regulasi, dunia usaha memiliki inovasi, akademisi memiliki ilmu, perbankan memiliki dukungan pembiayaan, media memiliki ruang publikasi, dan organisasi seperti IWAPI memiliki jaringan yang mampu menyatukan semuanya. Jika seluruh elemen bergerak bersama, saya yakin ekonomi Kabupaten Sumbawa akan tumbuh lebih cepat," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, Bupati Jarot mengatakan Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui berbagai program prioritas daerah, seperti penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, digitalisasi pelayanan, serta kemudahan berusaha.

"Kami mengajak perempuan pengusaha di Kabupaten Sumbawa untuk terus berani bermimpi besar, tidak takut memulai usaha, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perubahan zaman," katanya.

Ketua DPC IWAPI Kabupaten Sumbawa periode 2026-2031 Hayati Zohran mengakui perkembangan dunia usaha yang semakin dinamis serta percepatan transformasi digital menjadi tantangan sekaligus peluang yang harus dihadapi secara bersama.

Oleh karena itu, IWAPI Sumbawa akan memfokuskan program kerja pada tiga pilar utama.

Pertama, digitalisasi dan inovasi usaha. IWAPI akan mendorong anggota, khususnya pelaku UMKM perempuan, agar semakin memahami dan memanfaatkan teknologi digital serta platform e-commerce.

Kedua, peningkatan kompetensi dan kapasitas usaha. IWAPI akan mengembangkan berbagai program pelatihan, mulai dari manajemen keuangan, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran modern agar kualitas dan daya saing usaha perempuan Sumbawa semakin meningkat.

"Ketiga, penguatan sinergi dan kolaborasi. IWAPI berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam menyelaraskan program kerja organisasi dengan arah pembangunan daerah," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.