MTQ X Kaltara 2026 Memperkokoh Nilai Toleransi
Selasa, 30 Jun 2026, 23:48 WIBMalinau, Kaltara - Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 di Kabupaten Malinau dinilai semakin memperkokoh nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Hal tersebut dilihat dari keterlibatan berbagai pihak dan lintas agama yang turut menyukseskan kegiatan keagamaan Muslim tersebut.
âKita bersyukur tadi malam MTQ X Provinsi Kaltara Tahun 2026 resmi dibuka oleh Bapak Gubernur. MTQ ini bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al Quran, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, persaudaraan, serta memperkokoh nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk,â ujar Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, di Malinau, Selasa.
Menurut Wempi, ditunjuknya Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah MTQ Kaltara 2026 ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dan tentu pemerintah daerah bersama masyarakat menyambut dengan baik disertai rasa syukur.
âMenjadi tuan rumah MTQ X Provinsi Kaltara tahun ini merupakan amanah yang kami sambut dengan penuh rasa syukur sekaligus tanggung jawab,â katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), Kementerian Agama, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh perangkat daerah, kata Wempi, telah melakukan berbagai persiapan maksimal demi menyukseskan pelaksanaan MTQ.
Bahkan, lanjutnya, Pemkab Malinau mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan.
âSelain dukungan anggaran, panitia juga menyiapkan lima venue perlombaan, hotel-hotel sebagai tempat pemondokan kafilah, hingga fasilitas transportasi antar-jemput peserta menuju lokasi lomba,â ungkapnya.
Wempi menegaskan, pengembangan kehidupan keagamaan pada saudara-saudara umat muslim tidak berhenti pada penyelenggaraan MTQ semata. Pemkab Malinau, kata dia, juga melaksanakan berbagai program pembinaan melalui LPTQ Kabupaten Malinau, juga dukungan terhadap rumah tahfidz dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA/TPQ).
âJuga peningkatan kualitas sumber daya manusia keagamaan, hingga penguatan sinergi dengan Kementerian Agama terus kita lakukan secara berkelanjutan,â tuturnya.
Upaya tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari visi pembangunan Kabupaten Malinau untuk mewujudkan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera dengan tetap berlandaskan nilai budaya serta kearifan lokal.
âMTQ ini bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Malinau sebagai wujud toleransi, persaudaraan, dan kebersamaan yang telah lama menjadi kekuatan budaya masyarakat Malinau,â katanya.
Qari internasional Indonesia, Syamsuri Firdaus sebagai pembuka pembaca Al Quran dalam pembukaan MTQ Kaltara 2026 mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat serta penyelenggaraan MTQ di Malinau.
Karena itu, ia menilai Pemkab dan masyarakat Malinau berhasil menjadi tuan rumah yang baik meski Kabupaten Malinau memiliki masyarakat yang majemuk.
âAlhamdulillah, MTQ di sini sangat meriah. Yang luar biasa, Malinau dengan latar belakang masyarakat yang tidak mayoritas muslim mampu menggelar acara seperti ini dan menjadi tuan rumah yang sangat baik,â ujarnya.
Dia berharap ke depan ada lahir qari dari Bumi Intimung, Kabupaten Malinau, bisa mengharumkan nama Malinau, Kaltara, Indonesia di pentas internasional.
âMudah-mudahan ke depan lahir generasi-generasi terbaik, generasi qurani yang ada di Kabupaten Malinau dan pada umumnya di Provinsi Kaltara, sehingga mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,â kata Syamsuri, perairan juara I empat empat dalam MTQ internasional ini.
Syamsuri mengaku selama berada di Malinau mendapat sambutan yang hangat dan yang paling membekas baginya adalah kuatnya kerukunan serta toleransi yang terjalin di tengah keberagaman masyarakat.
âIni pertama kali saya ke Kaltara dan ke Malinau. Saya melihat kerukunannya luar biasa, toleransinya juga sangat luar biasa,â tuturnya.
Sorotan positif pada pembukaan MTQ X ini tertuju pada penampilan Intimung Choral Community (ICC) sebagai paduan suara yang mengisi rangkaian acara. ICC yang personelnya berasal dari berbagai latar belakang agama dan mayoritas bukan muslim, mampu menyajikan penampilan terbaik dengan penuh rasa hormat terhadap nilai-nilai keagamaan yang diangkat dalam MTQ.
ICC membawakan sejumlah lagu, mulai dari Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars Kaltara dan MTQ, hingga lagu religi Tombo Ati yang dipopulerkan Opick. Penampilan lagu tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan pada malam pembukaan.
MTQ kX Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 diikuti sebanyak 330 peserta yang berasal dari Kabupaten Bulungan sebanyak 56 peserta, Kabupaten Malinau 53 peserta, Kabupaten Nunukan 104 peserta, Kabupaten Tana Tidung 66 peserta, dan Kota Tarakan 51 peserta.
âMTQ bukan sekadar kegiatan seremonial atau ajang kompetisi keagamaan. Kegiatan ini merupakan wahana pembinaan generasi qurani serta implementasi nyata pembangunan spiritual umat Islam di Kaltara,â ujar Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang ketika membuka MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kaltara Tahun 2026 di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Kabupaten Malinau, Senin (29/6) malam.
- mtq kaltara
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.