Korban Terus Berjatuhan, Gempa Keras Kolombia Tewaskan Sedikitnya 111 Orang

Selasa, 11 Agu 2026, 07:53 WIB

BOGOTA - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 yang mengguncang barat Kolombia pada Senin, 10 Agustus, tercatat setidaknya 111 orang, kata Presiden Abelardo De la Espriella.

Gempa dahsyat yang meruntuhkan banyak bangunan runtuh dan memicu operasi penyelamatan berskala besar di berbagai kota itu juga melukai setidaknya 87 orang, katanya kepada wartawan.

Ket. Foto: Seorang warga berjalan di dekat bangunan yang roboh setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,8 mengguncang Kolombia, menewaskan setidaknya 18 orang dan menyebabkan kerusakan di Pereira, Kolombia, Senin (10/8). — Sumber: Antara foto/Anadolu Agency

Dia mengatakan bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada 1.575 rumah—dengan 37 di antaranya hancur total—serta menyebabkan runtuhnya 61 bangunan dan kerusakan pada 18 pusat kesehatan, 52 fasilitas pendidikan, 17 pusat kegiatan masyarakat, dan 18 ruas jalan.

Pemerintah Kolombia telah menetapkan status bencana nasional guna memperkuat mobilisasi dan koordinasi kapasitas kelembagaan dalam menangani situasi darurat tersebut.

Gempa terjadi pada pukul 12.34 GMT(pukul 19.34 WIB pada 10 Agustus) dengan pusat gempa terletak 5 kilometer di timur kota San Jose del Palmar. Menurut data Survei Geologi AS (USGS), gempa berasal dari kedalaman 107 kilometer.

Gempa susulan magnitudo 5,0 terjadi pada pukul 13.18 GMT (pukul 20.18 WIB), sekitar 16 kilometer di barat San Jose del Palmar. Wilayah administratif yang terletak di Wilayah Choco itu memiliki populasi sekitar 4.800 jiwa dan berada pada ketinggian 1.288 meter di atas permukaan laut.

Meskipun gempa tersebut sangat kuat, Sistem Peringatan Tsunami AS mengumumkan bahwa tidak ada ancaman tsunami bagi negara bagian California, Oregon, Washington, maupun Alaska di AS, serta menyatakan tidak ada risiko tsunami bagi provinsi British Columbia di Kanada.

Otoritas Kolombia menyatakan tidak ada ancaman tsunami bagi wilayah pesisir Pasifik Kolombia.

"Negara hadir dan mengambil tindakan," ujar Presiden Kolombia Abelardo De La Espriella setelah gempa terjadi, seraya menegaskan bahwa dia memimpin langsung upaya penanganan darurat.

Dia memerintahkan pembentukan segera pos komando terpadu untuk mengoordinasikan upaya tanggap darurat.

De La Espriella meminta laporan menyeluruh dari direktur Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana mengenai situasi di kota tersebut, yang terletak sekitar 240 kilometer di barat ibu kota, Bogota.

Presiden menyatakan dia akan mengunjungi Pereira untuk memberikan dukungan kepada para warga terdampak dan memantau respons pemerintah, namun kemudian mengatakan dia akan menuju ibu kota, Bogota, untuk fokus menangani situasi darurat tersebut.

Berdasarkan data Asosiasi Kota-Kota ibu kota Kolombia (Asocapitales), hingga pukul 11.30 waktu setempat, jumlah korban jiwa tercatat sebanyak 40 orang di Risaralda, 27 orang di Valle del Cauca, dan 4 orang di Choco.

Wali Kota Pereira Mauricio Salazar mengonfirmasi bahwa setidaknya 18 orang tewas di kota tersebut.

Di Valle del Cauca, Gubernur Dillian Francisca menyatakan bahwa setidaknya 27 orang dilaporkan meninggal dunia.

Di Manizales, Wali Kota Jorge Eduardo Rojas melaporkan setidaknya dua kematian serta kerusakan total maupun sebagian pada lebih dari 32 bangunan.

Pihak berwenang di Manizales telah menghentikan seluruh kegiatan akademik dan melaporkan adanya kebocoran gas serta listrik. Di Quibdo, laporan awal menunjukkan satu orang tewas, selain adanya korban luka-luka dan bangunan yang rusak parah.

Gubernur Nubia Carolina Cordoba-Curi mengatakan bahwa di Choco, empat orang dilaporkan tewas dan 69 orang terluka akibat gempa bumi tersebut.

Otoritas penerbangan sipil Kolombia melaporkan kerusakan pada Bandara Alfonso Bonila Aragon di Cali, menambah daftar terminal yang terdampak.

Selain itu, operasional penerbangan di Bandara Popayan dihentikan akibat abu vulkanik dari Gunung Purace yang muncul setelah aktivitas seismik tersebut.

Sebelumnya, operasional di terminal Pereira, Manizales, Quibdo, Armenia, Cartago, dan Buenaventura juga telah dihentikan untuk keperluan pemeriksaan struktur bangunan.

Respons setempat

Gubernur Choco, Curi, mengonfirmasi bahwa ibu kota wilayah tersebut, Quibdo, mengalami kerusakan struktural yang parah.

Petugas pemadam kebakaran di Quibdo melaporkan sejumlah warga terjebak di dalam bangunan yang porak-poranda, sementara Wali Kota Cali Alejandro Eder menyatakan bahwa setidaknya 20 bangunan runtuh di kotanya, dengan orang-orang terjebak di dalamnya.

Di Manizales, ibu kota wilayah Caldas, gempa menyebabkan kerusakan yang signifikan. Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan salah satu menara utama katedral ikonik kota itu mengalami kegagalan struktural yang parah dan miring ke arah struktur tengah bangunan.

Wali Kota Medellin Federico Gutierrez mengonfirmasi bahwa tim manajemen risiko bencana kota sedang melakukan penilaian atas kerusakan yang terjadi.

Di Bogota, sirene darurat berbunyi saat ribuan pekerja kantoran dan warga mengevakuasi diri ke jalanan.

Wali Kota Carlos Fernando Galan mengatakan ibu kota tidak mengalami kerusakan struktural yang serius dan siap membantu kota-kota yang paling terdampak gempa. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan 100 orang petugas menuju wilayah tersebut.

Badan Infrastruktur Nasional menyatakan bahwa terowongan Sumapaz dan jembatan Mariano Ospina saat ini ditutup sementara pemeriksaan dilakukan untuk menilai kondisi infrastruktur tersebut.

Dampak gempa meluas hingga ke luar perbatasan Kolombia, dengan laporan mengenai guncangan kuat di negara tetangga, Ekuador dan Panama.

Pihak berwenang di berbagai departemen yang terdampak terus mengevaluasi cakupan penuh korban jiwa maupun kerusakan fisik.

Menurut para ahli, ini merupakan salah satu gempa terkuat abad ini di negara tersebut.

Kedutaan Besar AS di Bogota menyatakan sedang memantau situasi dengan cermat serta mengimbau warga Amerika untuk tetap memantau berita setempat dan menjaga komunikasi dengan keluarga mereka.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Trump "memantau dengan cermat" peristiwa gempa tersebut dan siap mendukung rakyat Kolombia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.