Kemenhut: OMC untuk Karhutla di Gunung Bromo Belum Bisa Dilakukan
Senin, 10 Agu 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur belum juga padam. Kementerian Kehutanan mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) masih belum bisa dilakukan.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko di Taman Wisata Alam Angke, Jakarta, Senin (10/8) mengatakan bahwa kendala tersebut terjadi karena ketersediaan awan konvektif yang menjadi syarat operasi modifikasi cuaca belum terbentuk di wilayah Bromo.
OMC merupakan intervensi untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai garam atau Natrium Klorida (NaCl) ke gumpalan awan menggunakan pesawat khusus berbasis data ilmiah yang melibatkan tim ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI Angkatan Udara.
"Sebenarnya kita sudah berpikir untuk melakukan modifikasi cuaca, tetapi menurut BMKG paling tidak sampai 10 hari ke depan belum mungkin dilakukan karena awan konveksinya belum terbentuk untuk membuat OMC," kata Satyawan Pudyatmoko.
Dia menjelaskan bahwa kebakaran yang melanda kawasan TNBTS tersebut sudah berlangsung beberapa hari, setidaknya sejak Selasa (4/8) dan sampai saat ini titik api belum sepenuhnya padam.
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selaku UPT Ditjen BKSDAE Kementerian Kehutanan di Jawa Timur mencatat luas area terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo kini mencapai 520 hektare dan masih dalam proses pendataan.
Menurut dia sebagaimana hasil pantauan lapangan terakhir diketahui sulitnya akses jalur darat untuk menjangkau titik-titik kebakaran membuat strategi penanggulangan difokuskan melalui kombinasi penanganan pasukan darat dan pemadaman udara atau water bombing.
"Pendekatannya kita kombinasi antara pasukan darat dan water bombing. Kemarin saja sudah ada 30 kali pengeboman air. Namun medan yang sulit, angin kencang, dan kelembapan udara yang sangat rendah membuat upaya pemadaman tidak mudah," ungkapnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Anabul Sakit? Ini Jadwal Mobil Klinik Hewan Keliling di Jaktim Selama Bulan Oktober
-
Pasar Gaung Padang Digerebek Polda Sumbar, Kawasan Ini Diduga Jadi Kampung Narkoba.
-
BPBD Kabupaten Parigi Moutong Suplai 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Wilayah Kekeringan
-
Pertamina Patra Niaga Perkuat Kesiapan Layanan Energi Jelang MotoGP Mandalika
-
Pasar Murah Jatim Digelar, Khofifah Ungkap Strategi Jaga Daya Beli Warga di Tengah Gejolak Harga Pangan
-
Menkeu Minta Restitusi Pajak Segera Dibayarkan
-
Kejutan di China Open! Mertens Kalahkan Swiatek dan Melaju ke Semifinal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.